Di Kabupaten ini, banyak situs masjid dan kubah (Makam) yang unik dan ikonik. Selain karena keunikannya, situs-situs ini juga menyimpan sejarah dan cerita dalam setiap perjalanannya.
Berikut 5 destinasi wisata religi Islami yang terdapat di Kabupaten Balangan.
1. Makam Datu Kandang Haji
Makam Datu Kandang Haji merupakan destinasi wisata religi utama di Kabupaten Balangan. Terletak di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai, lokasi makam Datu Kandang Haji berada 24 kilometer dari Kota Paringin.
Masyarakat setempat mempercayai makam tersebut dianggap berkeramat. Penuturan warga, nama 'Kandang Haji' didasarkan cerita masyarakat setempat yang menyatakan bahwa desa tersebut dikandangi dengan doa-doa. Tujuannya untuk mencegah masuknya penjajah.
Datu Kandang Haji sendiri merupakan tokoh Agama di Balangan. Bernama asli Surya Sakti Mangku Alam, beliau merupakan akamsi yang menyebarkan ilmu agama kepada masyarakat. Sejumlah barang yang menjadi peninggalan antara lain Al-Qur’an tulisan tangan, Cukmar (Tongkat Khatib), Piring Melawin besar, dan Pataka kayu.
Selain peninggalan, Makam Datu Kandang Haji juga memiliki keunikan, yakni disebut makam panjang. Panjang makamnya kurang lebih 11 meter dan lebarnya kurang lebih 4 meter.
Intensitas kunjungan penziarah cukup tinggi. Ada yang berasal dari Tanjung, Banjar, Rantau, Kotabaru, bahkan dari Kaltim dan Kalteng. Untuk mengenang jasa dan kebaikan beliau, tidak sedikit masyarakat berziarah dengan tujuan khusus seperti hajat atau keinginan tertentu ke makam Datuk Kandang Haji.
2. Kubah Amir Husin di Desa Lampihong
Situs religi islami berikutnya terdapat di Desa Lampihong Kanan, Kecamatan Lampihong. Kubah Amir Husin bin Buajim itu dipercaya sebagai Makam wali Allah.
Uniknya, hal itu diketahui setelah beliau meninggal. Dengan adanya karamah berupa mengeluarkan cahaya 'Bagirap' disekitar kubur beliau.
Amir Husin bin Buajim, berasal dari sebuah kampung di Barabai, Hulu Sungai Tengah. Beliau menikah dengan seorang perempuan asal Lampihong. Setelah menikah, beliau tinggal di hutan pagatan Desa Batu Merah.
Keseharian beliau sangatlah bersahaja dan bersifat qana’ah, selalu merasa cukup dengan apa yang ada. Selain itu, ia senantiasa istiqamah setiap ke mesjid selalu datang lebih awal meski rumahnya di dalam hutan. Kepribadian beliau yang lain adalah sangat sayang dengan binatang.
Beliau meninggal pada tahun 1986 dan dimakamkan di Desa Lampihong Kanan Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.
3. Kubah Datu Martika dan Datu Tungkut
Kubah Datu Martika dan Datu Tungkut adalah makam keramat yang berlokasi di desa Tampang, kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Letaknya sekitar 13 Km dari pusat ibukota kabupaten Balangan. Ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Datu Martika merupakan pejuang perempuan yang hidup di masa penjajahan. Konon katanya, beliau punya kesaktian bisa menyeberang sungai dengan sekali lompat.
Sekitar 200 meter dari Kubah Datu Martika, terdapat Kubah Datu Tungkut. Sayangnya, sangat minim informasi yang bisa digali dari situs tersebut.
4. Kubah Datu Diang Kartika (Kain Kuning)
Kubah Diang Kartika terletak di perbatasan antara Desa Bungin-Lingsir, Paringin Selatan. Jika ditempuh menggunakan kendaraan bermotor dari pusat kota Paringin, membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Makam ini sangat identik dengan kain kuning. Konon menurut penuturan warga setempat, Makam ini merupakan salah satu tempat diijabahnya doa. Banyak yang datang untuk berziarah, membayar nazar dan syukuran.
Awalnya, makam tersebut hanya tiang saja. Namun, kemudian ada orang yang berziarah dan mengucap nazar. Sebagai rasa syukur setelah nazar terkabul, orang tersebut kembali berziarah dan memasang kain kuning. Lambat laun, banyak orang yang melakukan hal serupa sehingga dibuatlah kubah dan kemudian dipenuhi kain kuning.
5. Mesjid Al Akbar
Kurang afdol rasanya jika tidak memasukkan Mesjid Agung Balangan di daftar ini. Diberi nama Masjid Al Akbar, rumah ibadah yang terletak di Batu Piring, Paringin Selatan ini juga menjadi ikon kebanggaan warga Sanggam.
Berada di tepi ruas jalan trans Kalsel-Kaltim, Masjid ini memiliki kapasitas 5.000 jemaah. Banyak pengunjung dan wisatawan dari luar daerah yang datang untuk beribadah. Bahkan banyak orang yang berfoto dengan latar mesjid ini, sebagai penanda eksistensi bahwa dirinya pernah mampir ke Balangan.
Bangunan Masjid Al-Akbar Balangan memiliki konsep modern dengan satu kubah besar di bagian atapnya, dan dikelilingi empat kubah kecil. Selain itu juga dilengkapi dengan satu menara di bagian depan samping masjid ini dengan denah persegi empat dan berujung lancip.
Pembangunan Masjid Al-Akbar dimulai pada 2010 lalu dan diresmikan pada 22 Desember 2014 oleh Bupati Kabupaten Balangan waktu itu, H Sefek Effendie. Pembangunan masjid ini selama 4 tahun dan menggunakan dana penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Balangan. (mr-160) Editor : Arief