Kalau mau ke sana, jika patokannnya dari Tugu Tanjung Puri atau yang biasa disebut Tugu Obor Mabuun, anda bisa terus menuju ke arah kota Tanjung. Namun, sesampainya di persimpangan Pembataan depan Mapolres Tabalong belok ke kanan.
Sekira empat kilometer, terus saja menuju Jalan Pandan Arum, kemudian terdapat persimpangan masuk ke arah Jalan Bataman. Dari persimpangan tersebut tidak kurang satu kilometer sudah sampai di Taman Burung Hutan Kota.
Menariknya taman ini terkesan sederhana, karena awalnya adalah kebun karet yang direhab menjadi sarana edukasi dan lokasi santai.
Meski demikian, pengelola yang cukup kreatif tentunya mengubah suasananya menjadi asyik untuk bersantai bersama keluarga.
Terdapat kedai dengan sarana musik live tersaji untuk memanjakan pelanggannya. Minuman dan makanan pun cukup murah, terjangkau untuk ekonomi menengah.
Kawasannya juga dilengkapi ruang bermain anak berupa perosotan, mandi bola dan permainan panjat. Sehingga bagi yang ingin membawa anak usia aktif tidak repot harus mencari tempat lain.
Namanya Taman Burung Hutan Kota, tentunya ada burungnya. Pengelola memeliharanya dalam kurungan yang tidak begitu besar, namun menghibur.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata Kabupaten Tabalong, Lilis Martadiana, juga selaku ketua pengelola mengatakan, tujuan dari pada taman burung hutan kota yang ditawarkan adalah wisata edukatif.
Karena, di sana selain memberikan suasana asri untuk bersantai dan bermain, namun juga menjadi tempat untuk pembelajaran seni dan budaya daerah. “Ada latihan instruktur seni tari, seni musik, seni vokal, seni kuntau dan lainnya,” katanya.
Terlebih lagi, organisasi Artis Penyanyi Pencipta Lagu Dan Pemusik Republik Indonesia bermarkas di taman burung untuk mengekpresikan diri.
Untuk saat ini, taman edukasi ini memang tidak ada pungutan tarif untuk masuk, terkecuali saat berlangsung event. Itu pun hanya memungut tarif parkir.
“Kami belum memberlakukan, mereka hanya membayar parkir. Nanti kedepan akan membuka loket, untuk bermain,” ujarnya. (ibn)