H Muhidin Pantau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Pulau Laut

Sutrisno • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:41 WIB
MEMANTAU: Gubernur Kalsel, H Muhidin turun langsung memantau progres pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.(MC KALSEL)
MEMANTAU: Gubernur Kalsel, H Muhidin turun langsung memantau progres pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.(Foto: MC Kalsel)  

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru terus berjalan. Proyek senilai sekitar Rp7,95 triliun itu ditargetkan rampung pada 2028 dan mulai difungsikan pada 2029. 

Jembatan ini menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis di Kalsel untuk memperkuat konektivitas antardaerah. Pemerintah Pusat dan Daerah bersinergi dalam pembiayaan maupun pelaksanaan konstruksinya. 

Gubernur Kalsel, H Muhidin, Selasa (6/10/2026) melihat langsung perkembangan pekerjaan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib dan Kepala Bidang Bina Marga, Robby Cahyadi. Serta, perwakilan kontraktor, pengawas, dan tim laboratorium. 

Dari penjelasan pelaksana, salah satu bagian konstruksi yang dikerjakan telah mencapai sekitar 1.000 meter. Jarak antartiang pada bagian tersebut sekitar 50 meter. 

Pembangunan jembatan terbagi dalam beberapa paket pekerjaan. Di sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA). Sementara di sisi Kotabaru, pekerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya. 

Secara keseluruhan, jembatan dirancang sepanjang sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter. Struktur utamanya menggunakan tipe cable-stayed, dilengkapi dua pylon setinggi sekitar 100 meter dan bentang utama sepanjang 505,5 meter. Konstruksi juga mencakup struktur box girder, pile slab, serta jalan pendekat di kedua sisi. 

Jalan pendekat direncanakan sepanjang sekitar 1.500 meter di sisi Batulicin dan 1.250 meter di sisi Kotabaru. Pembangunan akses tersebut menjadi bagian penting agar jembatan terhubung dengan jaringan jalan di kedua wilayah. 

Dalam pembagian pekerjaan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel menangani bentang utama cable-stayed sepanjang 505,5 meter dan sebagian jembatan pendekat menuju Kotabaru sepanjang 547,25 meter. Sementara sisa pekerjaan bentang pendekat ditangani Dinas PUPR Provinsi Kalsel. 

Pembiayaan proyek melibatkan pemerintah pusat dan daerah, termasuk APBD Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkab Kotabaru, serta anggaran multiyears Kementerian PUPR. 

Ketika beroperasi nanti, Jembatan Pulau Laut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi antara Tanah Bumbu dan Kotabaru.

SPESIFIKASI JEMBATAN PULAU LAUT PENGHUBUNG KABUPATEN TANAH BUMBU-KOTABARU :   

* Panjang total: 3,75 kilometer 

* Lebar jembatan: 24 meter 

* Nilai proyek: Rp7,95 triliun 

PEMBAGIAN PEKERJAAN : 

* Sisi Batulicin dikerjakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi. 

* Sisi Kotabaru dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya. 

TARGET PEMBANGUNAN :  

* 2028: Target konstruksi rampung. 

* 2029: Target mulai difungsikan. 

MANFAAT DAN KEUNGGULAN : 

* Memperkuat konektivitas Tanah Bumbu–Kotabaru. 

* Memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. 

* Mendorong aktivitas ekonomi antardaerah. 

PENDANAAN : 

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah melalui dukungan APBN, APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta APBD Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Editor : Fauzan Ridhani
Dinas PUPR Kalsel Jembatan Pulau Laut Gubernur Kalsel H Muhidin kabupaten kotabaru Kabupaten Tanah Bumbu