RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan program pemantauan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat di bantaran Sungai Martapura, Kabupaten Banjar. Kegiatan yang berlangsung pada Agustus hingga September 2026 ini berfokus pada pemantauan kualitas udara di dalam rumah dan pencegahan tuberkulosis (TBC).
Program yang menyasar rumah penderita dan penyintas TBC tersebut dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur.
Tim pengabdian terdiri dari dosen tiga jurusan, yakni Kesehatan Lingkungan, Teknologi Laboratorium Medis, dan Keperawatan, serta bekerja sama dengan pihak puskesmas dan perangkat setempat. Ketua tim, Muhammad Isra Ahdyannor, S.K.M., M. Ling., bersama anggota Maulida Julia Saputri, S.Tr.A.K., M.Imun., dan dr. Ribka Mei Arti Sagala, M.K.M., melakukan pemantauan kondisi lingkungan rumah warga.
Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu, kelembapan, dan partikulat udara di kamar, ruang tamu, serta dapur. Hasil pengukuran menunjukkan adanya kondisi kelembapan yang berada di luar rentang acuan 40–60 persen.
Sebagai tindak lanjut, tim menyerahkan dehumidifier atau alat penurun kelembapan kepada warga yang kondisi rumahnya memerlukan penanganan tersebut. Pemberian alat ini diharapkan membantu keluarga mengendalikan kelembapan ruangan dan mendukung terciptanya lingkungan rumah yang lebih sehat.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Muhammad Isra Ahdyannor, S.K.M., M. Ling mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kualitas lingkungan rumah, tetapi juga mendorong tindak lanjut melalui edukasi dan langkah sederhana yang dapat diterapkan keluarga.
“Temuan terkait kelembapan dan partikulat udara menjadi bahan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara di dalam rumah, khususnya pada rumah penderita dan penyintas TBC. Kami ingin pemantauan ini tidak berhenti pada pengukuran, tetapi dapat mendorong keluarga untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat,” ujarnya.
Selain pemantauan lingkungan, warga juga memperoleh edukasi mengenai pencegahan TBC. Edukasi dilengkapi media informasi berupa kipas tangan yang memuat pesan-pesan pencegahan agar mudah dibaca dan dimanfaatkan kembali oleh anggota keluarga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendukung Transformasi Layanan Primer. Melalui program tersebut, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap masyarakat semakin memahami faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan serta mampu menerapkan langkah pencegahan TBC di tingkat keluarga.
Kolaborasi antara tenaga kesehatan, puskesmas, kader, dan masyarakat juga diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan kepedulian terhadap kualitas lingkungan rumah dan kesehatan warga bantaran sungai.