Muhidin Prioritaskan Karhutla Ring Satu, Daerah Tetap Dibantu

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:28 WIB

 

MENINJAU: Gubernur Kalsel Muhidin mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan karhutla di Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (Foto: Sheilla/Radar Banjarmasin)
MENINJAU: Gubernur Kalsel Muhidin mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan karhutla di Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (12/10/2026). (Foto: Sheilla/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Pemprov Kalsel memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan ring satu yang berkaitan dengan akses Bandara Internasional Syamsudin Noor. Meski demikian, bantuan operasional tetap disiapkan bagi kabupaten dan kota yang membutuhkan.

Gubernur Kalsel, H Muhidin menyampaikan hal itu saat meninjau penanganan karhutla di kawasan hutan lindung di Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (12/10/2026). Ia mendampingi Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni bersama jajaran Dinas Kehutanan (Dishut( Kalsel dan relawan.

Menurut Muhidin, patroli rutin dilakukan untuk memantau titik api. Sekitar 150 personel gabungan disiagakan di dalam maupun luar kawasan, dengan dukungan helikopter pengebom air atau water bombing.

“Kawasan lindung ini terus kami jaga dengan patroli rutin. Ada 150 personel yang dikerahkan, ditambah dukungan dari para relawan Banjarmasin dan sekitarnya,” ujarnya.

Muhidin menjelaskan wilayah ring satu yang menjadi prioritas mencakup Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala. Penanganan difokuskan untuk menjaga kawasan yang berkaitan dengan akses bandara.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat jika belum bisa menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Selatan secara bersamaan. Fokus utama kita adalah menjaga ring satu yang berdekatan dengan akses bandara,” jelasnya.

Pemprov Siapkan Bantuan Karhutla untuk Daerah

Muhidin memastikan koordinasi dengan 13 kabupaten dan kota tetap berjalan. Ia meminta bupati dan wali kota segera melapor jika anggaran penanganan karhutla di daerah masing-masing menipis.

“Koordinasi dengan kabupaten dan kota tetap berjalan. Jika dana dari pusat habis, segera beri tahu Gubernur. Pemprov siap menyuplai kebutuhan operasional, seperti bantuan bahan bakar solar hingga armada pemadam dan mesin pompa alkon,” tegasnya.

Koordinasikan Operasi Modifikasi Cuaca

Selain penanganan di darat dan dukungan dari udara, Pemprov Kalsel terus berkoordinasi mengenai pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Muhidin berharap intensitas hujan meningkat pada November mendatang untuk membantu memadamkan titik api yang masih tersebar di Kalsel. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
penanganan karhutla Kalsel Kawasan ring satu bandara Bantuan karhutla daerah Operasi Modifikasi Cuaca Gubernur Kalsel Muhidin