RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik BBSO mendorong SMK Negeri 2 Banjarbaru memperkuat pengelolaan data alumni secara digital melalui ekosistem SIAP Kerja. Upaya ini diharapkan membuat data alumni lebih valid, terbarui, dan mudah dipantau sekolah.
Kegiatan bertajuk “Panduan Penggunaan Ekosistem SIAP Kerja dan Pengelolaan Database Alumni” tersebut dilaksanakan di Aula SMKN 2 Banjarbaru, Rabu (7/10/2026).
Wakasek Humas SMKN 2 Banjarbaru, Muhammad Achsan Tahir, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan database alumni tetap terjaga kualitas dan validitasnya.
“Intinya PAMA tetap mensupport kami sebagai mitra dan binaan untuk memfasilitasi database alumni agar tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, melalui pengelolaan database yang lebih terintegrasi, sekolah dapat mengetahui aktivitas alumni setelah lulus. Mulai dari melanjutkan pendidikan, bekerja, hingga berwirausaha.
Saat ini, akun SIAP Kerja siswa dan portofolio siswa telah disiapkan. Begitu pula akun Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 2 Banjarbaru yang diperbarui agar data sekolah dan alumni dapat tersinkronisasi.
“Harapannya teman-teman di sekolah dan siswa sendiri tetap menjaga portofolionya melalui akun SIAP Kerja. Apapun yang siswa laksanakan setelah lulus, terutama dalam mencari pekerjaan, bisa lebih terpantau,” jelasnya.
Dengan demikian, sekolah dapat mengetahui persentase alumni yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Alumni yang belum bekerja juga dapat terus difasilitasi melalui BKK.
Ketua BKK SMKN 2 Banjarbaru, Nurul Fauziah, S.Pd., menambahkan, kegiatan diikuti 26 guru, terutama wali kelas XII, wakasek, dan tim BKK.
Ia menyebut para peserta antusias mengikuti workshop, termasuk praktik langsung menggunakan aplikasi SIAP Kerja.
“Terima kasih kepada PT PAMA yang sudah memfasilitasi kegiatan workshop hari ini. Kami langsung praktik menggunakan aplikasi SIAP Kerja,” katanya.
Ia berharap pengelolaan tracer study alumni ke depan semakin baik. Data yang dimiliki sekolah diharapkan dapat tersinkronisasi dengan data siswa sehingga informasi alumni lebih valid dan mudah diperbarui.
Sementara itu, pemateri dari LPP ENTER Banjarbaru, Robi Asyawali, A.Md., menjelaskan SIAP Kerja merupakan bagian dari ekosistem Kementerian Ketenagakerjaan yang memungkinkan pengelolaan data dan portofolio secara terintegrasi.
Menurutnya, setiap siswa maupun guru perlu memiliki akun SIAP Kerja. Melalui akun tersebut, portofolio dan riwayat siswa dapat diperbarui serta ditelusuri oleh pemerintah, perusahaan, maupun lembaga pelatihan.
“Setiap anak akan terlihat riwayatnya setelah lulus sekolah, apakah melanjutkan kuliah, langsung bekerja, atau berwirausaha,” jelasnya.
Sistem tersebut juga terintegrasi dengan sejumlah lembaga dan kementerian, sehingga data dapat terus diperbarui dan digunakan dalam jangka panjang.
Bagi SMK, kata Robi, pengelolaan alumni melalui SIAP Kerja juga membantu sekolah dalam pelaksanaan tracer study, membangun jejaring dengan perusahaan, hingga mendukung kebutuhan akreditasi.
“Dulu laporan masih serba manual dan cukup sulit mendapatkan data alumni tiga atau empat tahun ke belakang. Sekarang data bisa dikelola lebih baik dan diperbarui,” katanya.
Selain pengelolaan alumni, sekolah juga dapat memanfaatkan sistem tersebut untuk memantau peluang kerja maupun perusahaan yang dapat menjadi target kerja sama, termasuk untuk kebutuhan magang siswa.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti praktik pembuatan akun SIAP Kerja serta pengelolaan portofolio dan database alumni.
Editor : Nurhidayat