Tak Hanya Wisata, BUMDes Karya Sirang Pitu Kembangkan 4 Unit Usaha

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 14:11 WIB
WISATA AIR: Pengembangan wisata air Sirang Pitu turut membantu pendapatan BUMDes Karya Sirang Pitu, di mana tahun 2025 sudah mendapatkan pendapatan asli desa (PADes). (Foto Rasidi Fadli)
WISATA AIR: Pengembangan wisata air Sirang Pitu turut membantu pendapatan BUMDes Karya Sirang Pitu, di mana tahun 2025 sudah mendapatkan pendapatan asli desa (PADes). (Foto Rasidi Fadli) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Sirang Pitu di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, terus berkembang.

Tak hanya mengandalkan sektor wisata air, BUMDes juga mengembangkan sejumlah unit usaha untuk memperkuat perekonomian desa.

Ketua BUMDes Karya Sirang Pitu, Adianor, mengatakan unit usaha yang dikelola saat ini cukup beragam. Di antaranya wisata, penyediaan air bersih, usaha ayam petelur hingga layanan BRILink.

Menurutnya, keberagaman usaha tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDes agar memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan dan manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat desa.

“BUMDes ini ada beberapa usaha, seperti wisata, air bersih, ayam petelur dan BRILink,” ujar Adianor, Selasa (6/10/2026).

Dari sejumlah unit usaha tersebut, pengelolaan air bersih juga terus dilakukan dengan pembukuan secara rutin. Hal ini penting untuk mengetahui perkembangan usaha sekaligus memastikan pengelolaan BUMDes berjalan secara tertib dan transparan.

“Untuk air ada pembukuannya. Alhamdulillah semakin meningkat,” katanya.

Adianor menyebutkan, kinerja BUMDes Karya Sirang Pitu pada tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Bahkan, pihaknya optimistis pendapatan BUMDes pada 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2025 kita berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekitar Rp15 jutaan, dan kemungkinan tahun 2026 lebih,” ungkapnya.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari geliat sejumlah unit usaha yang dikelola. Salah satu yang cukup potensial adalah sektor wisata air Sirang Pitu yang dalam beberapa momentum liburan mampu menarik ribuan pengunjung.

Kondisi itu menjadi peluang bagi BUMDes untuk terus mengembangkan pengelolaan wisata sekaligus membuka ruang bagi masyarakat desa untuk ikut mengambil manfaat dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar destinasi.

Adianor menegaskan, pengembangan BUMDes tidak hanya mengejar keuntungan. Keberadaan unit-unit usaha diharapkan mampu memberikan pelayanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Miawa.

Dengan pengelolaan yang semakin tertata, BUMDes Karya Sirang Pitu diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga mampu menopang pengembangan potensi lokal, khususnya wisata air Sirang Pitu yang kini semakin dikenal masyarakat.

Ke depan, pengelola akan terus melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki desa.

Editor : Sutrisno
Tapin Rantau bumdes