Bupati HSU Tekankan Operator SIKS-NG Tak Manipulasi Data

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:15 WIB
HADIR: Bupati HSU, H Sahrujani membuka Bimtek Operator SIKS-NG se-HSU di Gedung Abdul Wahid, Amuntai, Senin (5/10/2026). Ia meminta operator menjaga akurasi data dan tidak melakukan manipulasi.
HADIR: Bupati HSU, H Sahrujani membuka Bimtek Operator SIKS-NG se-HSU di Gedung Abdul Wahid, Amuntai, Senin (5/10/2026). Ia meminta operator menjaga akurasi data dan tidak melakukan manipulasi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani meminta seluruh operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) serius menjaga akurasi data sosial ekonomi masyarakat. Data yang dimasukkan ke sistem harus sesuai kondisi sebenarnya dan tidak boleh dimanipulasi untuk kepentingan tertentu.

Pesan itu disampaikan Sahrujani saat membuka Bimbingan Teknis Operator Pengisi Data Desa/Kelurahan SIKS-NG se-HSU di Gedung Abdul Wahid, Amuntai, Senin (5/10/2026).

Bimtek tersebut diikuti 219 operator dari 214 desa dan lima kelurahan pada 10 kecamatan. Kegiatan digelar untuk meningkatkan kemampuan operator dalam melakukan pengusulan, pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data kesejahteraan sosial.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Sosial HSU Surya Supi, Kepala BPS HSU Deddy Winarno, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) HSU, serta seluruh operator desa dan kelurahan.

Sahrujani mengapresiasi peran operator yang selama ini menjadi ujung tombak pemutakhiran data sosial masyarakat.

Menurutnya, pekerjaan operator bukan sekadar urusan administrasi. Setiap data yang dimasukkan berkaitan dengan kondisi dan hak masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah.

“Saya berharap seluruh operator memahami bahwa pekerjaan ini memiliki tanggung jawab yang besar. Di balik satu nama yang kita masukkan ke dalam sistem, ada keluarga, ada kebutuhan hidup, ada harapan, dan ada hak masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Sahrujani meminta pendataan dilakukan secara teliti dan menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Pemutakhiran juga harus dilakukan secara berkala karena kondisi sosial ekonomi warga dapat berubah.

“Ada yang sebelumnya miskin kemudian ekonominya membaik, dan ada pula keluarga yang karena sesuatu hal justru mengalami penurunan kondisi ekonomi. Semua perubahan tersebut harus tercermin dalam data,” katanya.

Bupati juga meminta operator memperkuat koordinasi dengan kepala desa, lurah, RT, kader, pendamping sosial, kecamatan, hingga Dinas Sosial.

“Bangun koordinasi yang baik. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” tegasnya.

Selain akurasi, Sahrujani mengingatkan operator menjaga integritas dan kerahasiaan data masyarakat. Data sosial ekonomi, menurutnya, harus dikelola secara bertanggung jawab dan tidak disalahgunakan.

“Jaga integritas dan kerahasiaan data masyarakat. Jangan sampai data yang dipercayakan kepada kita disalahgunakan,” pesannya.

Jangan Manipulasi Data

Sahrujani memberikan penekanan khusus agar operator tidak memanipulasi data demi kepentingan tertentu.

“Dan yang paling penting, jangan pernah memanipulasi data hanya untuk kepentingan tertentu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial HSU Surya Supi menjelaskan, SIKS-NG merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola, memperbarui, memverifikasi, dan memvalidasi data kesejahteraan sosial.

Operator memiliki sejumlah tugas, di antaranya mengusulkan data, mengunggah dokumen, memperbaiki data di tingkat desa, menerima pengaduan masyarakat, serta melakukan verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Bimtek juga membahas peringkat atau desil kesejahteraan, keterkaitan data kependudukan dengan penerima manfaat, penggunaan aplikasi SIKS-NG versi terbaru, serta penguatan koordinasi antara Dinas Sosial, BPS, Dukcapil dan pemerintah desa/kelurahan.

Dengan data yang akurat dan terus diperbarui, pemerintah diharapkan dapat menyusun perencanaan serta menentukan sasaran program sosial secara lebih tepat. Dengan begitu, bantuan dan intervensi pemerintah dapat menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Editor : Fauzan Ridhani
Sahrujani Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara Bimbingan Teknis (Bimtek)