RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Kabut asap di Kabupaten Tabalong masih tebal sampai saat ini. Indikator standar polusi udara (ISPU) terhitung juga masih tinggi mencapai 368, Senin (5/10/2026).
Mengantisipasi adanya permasalahan pada gangguan pernafasan yang disebabkan kabut asap, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong sampai saat ini menyiagakan semua puskesmas dalam hal pelayanan oksigen.
"Untuk masyarakat yang membutuhkan oksigen, Dinkes sudah mempersiapkan delapan belas puskesmas untuk melayani," kata Kepala Dinkes Tabalong Ahmad Baihaki, Senin (15/10/2026).
Hanya saja, pelayanan di puskesmas tersebut tidak seluruhnya melayani 24 jam. Karena beroperasi menyesuaikan jam kerja.
Namun, ada tiga puskesmas yang distanbykan 24 jam. "Puskesmas Haruai, Puskesmas Muara Uya dan Puskesmas Kelua," bebernya.
Ia menegaskan, pelayanan oksigen bagi masyarakat ini gratis, tidak dikenakan biaya sepeserpun.
Jika masyarakat yang merasa sesak nafas, Ahmad Baihaki berharap segera dibawa ke Puskesmas terdekat.
"Tapi, kalau memang harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif diperkenankan," cetusnya.
Dinkes sendiri mencatat, ada sebanyak ribuan masyarakat Tabalong yang mengidap infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dalam satu bulan terakhir, di bulan September 2026 ini.
"Untungnya tidak ada yang sampai parah, hingga mengalami pnemonia," jelasnya.
Selain mensiagakan dan menggratiskan pelayanan oksigen, Dinkes juga telah membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
Editor : Sutrisno