KPPD, Gatriwara dan FJPI Kalsel Bersatu Perkuat Peran Perempuan di Banua

Tia Lalita Novitri • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 13:34 WIB
TIGA PILAR: Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Tiga Pilar Perempuan Banua. (Foto: Tia Lalita / Radar Banjarmasin)
TIGA PILAR: Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Tiga Pilar Perempuan Banua. (Foto: Tia Lalita / Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Tiga kekuatan perempuan di Kalimantan Selatan memperkuat kolaborasi untuk mengawal kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak. 

Kolaborasi itu melibatkan Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD) Kalsel, Gatriwara DPRD Kalsel dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel.

Pertemuan dikemas dalam Silaturahmi Tiga Pilar Perempuan Banua di Ruang Rapat HM Ismail Abdullah, Kantor DPRD Kalsel, Rabu (30/9). Kegiatan mempertemukan pimpinan dan anggota KPPD, pengurus Gatriwara serta pimpinan redaksi dan jurnalis perempuan dari berbagai media di Kalsel.

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK mengapresiasi pertemuan tersebut. Ia berharap forum itu dapat menyatukan pandangan KPPD, Gatriwara dan FJPI sekaligus menjadi awal pertemuan serupa secara berkala.

“Mari berpikir optimis supaya kaum wanita tambah maju. Keberadaan kawan-kawan media perempuan juga sangat penting untuk mengangkat sosok, visi dan misi agar tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketua KPPD Kalsel Hj Dewi Damayanti Said mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum pertama tiga kekuatan perempuan berkumpul dalam satu forum. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan Banua sesuai bidang masing-masing.

Saat ini, dari 55 anggota DPRD Kalsel, terdapat 11 anggota perempuan. Dewi mengatakan, perempuan masih menghadapi tantangan ketika berkiprah di ruang politik, termasuk saat memperjuangkan kebijakan terkait perempuan dan perlindungan anak.

“Kalau kami bicara soal perda perempuan dan perlindungan anak, kadang dianggap itu urusan ibu-ibu saja. Padahal itu adalah urusan masa depan Banua,” katanya.

Dewi menilai FJPI memiliki peran penting dalam memperluas informasi mengenai kebijakan yang diperjuangkan parlemen. Menurutnya, jurnalis perempuan mampu menyampaikan isu dengan dukungan data sekaligus memperluas suara perempuan parlemen kepada masyarakat.

“Para jurnalis perempuan mampu menulis dengan hati dan data. Ibu-ibu Gatriwara juga benteng kami sebagai pendamping parlemen,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, KPPD menawarkan tiga komitmen bersama. Pertama, saling menjaga, termasuk memberikan dukungan ketika jurnalis perempuan menghadapi intimidasi saat bertugas serta mengawal anggota parlemen perempuan dari serangan berbasis gender.

Komitmen kedua adalah saling mengisi melalui data dan temuan masing-masing. KPPD memiliki data dan informasi anggaran, FJPI memiliki data serta temuan lapangan, sedangkan Gatriwara memiliki kedekatan dengan keluarga dan masyarakat di akar rumput.

Komitmen ketiga yakni mendorong keterwakilan perempuan di berbagai bidang. KPPD mendorong keterwakilan perempuan dalam politik, FJPI menyiapkan jurnalis perempuan yang berkualitas, sedangkan Gatriwara mendukung generasi perempuan untuk berkiprah di berbagai bidang.

Ketua FJPI Kalsel Sunarti mengatakan, ketiga pihak memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Media berperan melalui pemberitaan, parlemen perempuan melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan, sedangkan Gatriwara melalui perannya dalam mendampingi parlemen.

Wakil Ketua Gatriwara DPRD Kalsel mengatakan, tantangan perempuan di ruang publik masih menjadi pekerjaan bersama. Perempuan parlemen memperjuangkan kebijakan, jurnalis menyuarakan kebenaran dan isu perempuan, sedangkan Gatriwara mendukung para suami dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Kalau ketiga bergabung, suara perempuan menjadi luar biasa. Semoga lewat pertemuan ini lahir sinergitas yang jelas,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama. Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat peran perempuan dan mendorong pembangunan Banua.

Editor : Tia Lalita Novitri
FJPI Kalsel GATRIWARA KPPD Perempuan DPRD Kalsel