RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera mengoperasikan bus listrik Trans Banjarbakula.
Moda transportasi ramah lingkungan ini dijadwalkan mulai melayani masyarakat pada 1 Oktober 2026.
Kehadiran bus listrik tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan Trans Banjarbakula sekaligus upaya menyediakan alternatif transportasi umum yang lebih efisien dan rendah emisi bagi masyarakat.
Bus Listrik Layani Rute Banjarmasin-Banjarbaru
Kepala Dishub Kalsel Fitri Hernadi mengatakan, bus listrik memiliki keunggulan karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung. Bus tersebut memiliki kapasitas maksimal 50 penumpang.
“Kalau dibandingkan dengan bus sedang, kapasitas satu bus listrik ini setara sekitar 2,5 bus sedang,” ujarnya.
Bus listrik Trans Banjarbakula memiliki desain khusus yang mengangkat sejumlah ikon daerah. Pada bagian eksterior terdapat perpaduan warna putih, biru dan kuning keemasan.
Desain tersebut menampilkan bekantan, Jembatan Sei Alalak atau Jembatan Basit, pedagang Pasar Terapung menggunakan jukung, rumah tradisional Banjar, serta motif Sasirangan.
Pada bus juga terdapat slogan “BUS LISTRIK: Resiliensi Energi, Mobilitas Berkelanjutan”. Desain tersebut disiapkan secara profesional dan telah mendapat persetujuan gubernur.
Untuk tahap awal, bus listrik Trans Banjarbakula akan melayani rute Pal Enam Banjarmasin menuju Simpang 4 Banjarbaru melalui Jalan Ahmad Yani.
Namun, karena ukuran bus cukup besar dan memiliki keterbatasan dalam bermanuver, layanan tidak masuk hingga kawasan RSUD Ulin Banjarmasin.
Begitu pula di Banjarbaru, bus akan berhenti di halte umum terdekat kawasan Simpang 4, seperti Halte ULM Banjarbaru. Bus tidak masuk ke terminal yang sudah ada.
Mulai Satu Bus, Bertambah Jadi Tiga Armada
Pada pengoperasian perdana 1 Oktober 2026, baru satu unit bus listrik yang akan melayani penumpang.
Jumlah armada kemudian ditambah secara bertahap hingga mencapai tiga unit. Penambahan armada tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan transportasi umum di koridor Banjarmasin-Banjarbaru.
Selain armada baru, Dishub Kalsel juga menyiapkan sistem tarif terintegrasi antara Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin.
Tarif Terintegrasi Rp5 Ribu, Bisa Transit 90 Menit
Layanan tarif terintegrasi antara Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin dijadwalkan mulai berlaku pada 8 Oktober 2026.
Dengan tarif terintegrasi, penumpang cukup membayar Rp5.000 untuk satu perjalanan dan mendapatkan waktu transit hingga 90 menit.
Artinya, selama masih dalam periode 90 menit, penumpang dapat berpindah layanan Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin tanpa harus membayar kembali.
Khusus pelajar, lansia dan penyandang disabilitas, tarif yang diberlakukan sebesar Rp2.000 dengan masa berlaku perjalanan selama 90 menit.
Pembayaran dilakukan secara nontunai menggunakan kartu uang elektronik atau QRIS.
Skema tersebut juga ditargetkan dapat menekan biaya perjalanan masyarakat. Dishub Kalsel memperkirakan penghematan biaya transportasi dapat mencapai sekitar 67 persen.
Sebagai gambaran, masyarakat yang sebelumnya harus mengeluarkan Rp15.000 untuk tiga kali perjalanan dapat cukup membayar Rp5.000 selama perjalanan tersebut masih berada dalam masa integrasi 90 menit.
Dishub Kalsel Siapkan Rute Baru ke Martapura
Di sisi lain, Dishub Kalsel juga tengah mengkaji pengembangan jaringan Trans Banjarbakula.
Salah satu rute yang sedang dibahas adalah trayek Nusa Indah, Bati-Bati, menuju Martapura.
Rute tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan ditargetkan dapat dikembangkan pada 2027.
Editor : Sutrisno