RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Balangan mulai memicu krisis air bersih di Kecamatan Halong.
Keringnya sumur dan menyusutnya debit sungai membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Kondisi ini salah satunya dirasakan oleh Jamaluddin, warga Halong. Untuk sekadar memasak dan minum, ia terpaksa menempuh jarak lebih dari satu kilometer menuju sebuah danau yang masih memiliki air.
"Sangat memberatkan karena setiap hari harus bolak-balik angkut air sejauh itu. Tapi terpaksa dilakukan karena sumur di rumah sudah benar-benar kering," keluh Jamaluddin.
Merespons krisis yang dialami warga tersebut, l tim gabungan langsung mengerahkan armada tangki untuk mendistribusikan air bersih.m pada Senin (28/9).
Camat Halong, Ardiansyah, membenarkan bahwa pasokan air baku di wilayahnya memang menyusut drastis.
Berdasarkan pendataan awal bersama BPBD Balangan, penyaluran air bersih kini diprioritaskan untuk 10 desa dan 1 Puskesmas Uren.
"Faktanya sumur mengering, sungai sebagian jaraknya jauh dari penduduk, serta debit airnya pun menyurut. Keluhan utama warga saat ini memang kesulitan mendapat air bersih untuk masak dan minum," beber Ardiansyah.
Lantaran wilayah yang terdampak cukup luas, distribusi air dilakukan dengan pengaturan yang ketat agar tidak terjadi tumpang tindih.
"Hasil dua kali rapat bersama kepala desa, Koramil, Polsek, relawan, dan instansi terkait, disepakati pendistribusian hanya mampu dua kali sehari per desa dan terjadwal," jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pihak kecamatan juga terus mengevaluasi kondisi lapangan. Mereka mulai mendata sejumlah titik danau atau sungai yang masih memungkinkan untuk dijadikan sumber pengambilan air darurat.
Karena jatah distribusi dibatasi hanya dua tangki per desa dalam sehari, Camat meminta warga untuk menggunakan air bantuan tersebut seefisien mungkin.
"Harapannya masyarakat bisa bersinergi dan menggunakan dengan efektif air yang tersalur. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan atas dedikasi dan aksinya di lapangan," tuntasnya.
Editor : Sutrisno