BANJARBARU – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Terbaru, Dishut Kalsel mengikuti rapat tindak lanjut penanggulangan karhutla Provinsi Kalsel secara daring, Jumat (25/9). Rapat tersebut dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel.
Rapat ini merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya di Jakarta, Rabu (23/9), terkait dampak karhutla terhadap KSPEAN Kalsel yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq.
Kegiatan tersebut turut diikuti sejumlah SKPD di lingkup Pemprov Kalsel serta perusahaan dari berbagai sektor. Di antaranya pertambangan, perkebunan, pelabuhan, BBM/migas, kehutanan, industri, hingga jasa pertambangan.
Pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi serta pembagian peran untuk mempercepat penanganan karhutla, khususnya di wilayah prioritas yang rawan terjadi kebakaran di Banjarbaru.
Dalam rapat, pemerintah bersama pihak perusahaan melakukan pembagian lokasi penanganan. Sejumlah wilayah yang menjadi fokus meliputi Hutan Lindung Liang Anggang, Guntung Damar, Pengayuan, dan Jalan Gubernur Syarkawi.
“Koordinasi lintas sektor terus diperkuat,” ujar perwakilan Dishut Kalsel.
Melalui pembagian lokasi dan peran tersebut, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan semakin terarah dalam mendukung penanganan karhutla di Banjarbaru dan sekitarnya.
Dishut Kalsel juga memastikan koordinasi terus dilakukan agar penanganan karhutla berjalan terukur dan berkelanjutan, baik di dalam kawasan hutan maupun wilayah di luar kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Editor : Tia Lalita Novitri