Harga Bapok Melonjak Imbas Kemarau, Pedagang Diminta Jangan Manfaatkan Situasi

M Dirga • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 14:54 WIB
SERBA MAHAL: Aktivitas warga saat membeli sayur dan kebutuhan dapur di pasar tradisional Kabupaten Balangan. Tersendatnya logistik dan faktor kemarau memicu lonjakan harga. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)
SERBA MAHAL: Aktivitas warga saat membeli sayur dan kebutuhan dapur di pasar tradisional Kabupaten Balangan. Tersendatnya logistik dan faktor kemarau memicu lonjakan harga. (M Dirga/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Balangan mulai berimbas pada melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasaran. Kondisi ini membuat biaya hidup masyarakat membengkak dan memaksa warga lebih memutar otak dalam mengatur keuangan keluarga.

Keluhan ini diungkapkan oleh Andhita Apridani, salah seorang warga Paringin. Ia merasakan langsung bagaimana sejumlah barang seperti sayuran, minyak goreng, hingga bahan bakar perlahan merangkak naik.

"Kenaikannya memang berbeda-beda, tetapi cukup terasa dibandingkan harga sebelumnya. Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari menjadi lebih besar," keluh Andhita, Minggu (27/9).

Ia membeberkan, anggaran belanja mingguan yang biasanya pas, kini tidak lagi memadai. Jika sebelumnya uang lima ratus ribu rupiah bisa memenuhi kebutuhan dapurnya selama sepekan, kini ia harus merogoh kocek jauh lebih dalam.

"Lima ratus ribu biasanya cukup untuk satu minggu. Sekarang sudah tidak cukup lagi, seminggu bisa sampai tujuh ratus ribu lebih," ungkapnya.

Menyiasati dompet yang kian tertekan, Andhita terpaksa mengubah pola belanjanya dengan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar mendesak.

"Saya lebih mengutamakan membeli kebutuhan pokok dan barang-barang yang memang diperlukan. Untuk barang yang tidak terlalu penting, pembeliannya ditunda dulu sampai kondisi harga lebih stabil," ucapnya.

Kenaikan harga di tingkat konsumen ini rupanya tidak terlepas dari kendala yang dihadapi para pedagang di lapangan. Selain faktor cuaca yang memicu gagal panen lokal, masalah logistik angkutan turut menjadi pemicu terganggunya pasokan barang ke pasar.

Hasanah, salah seorang pedagang bahan pokok, mengakui bahwa hampir seluruh komoditas jualannya saat ini mengalami lonjakan harga modal. Selain karena kemarau, rantai pasok barang menjadi tersendat karena armada angkutan akhir-akhir ini kesulitan mendapatkan bahan bakar.

"Untuk kebutuhan pokok hampir semua mengalami kenaikan. Apalagi sulitnya mencari bahan bakar yang mengangkut barang dagang, membuat ketersediaan terlambat datang dan harga cenderung mengalami kenaikan," beber Hasanah.

Keluhan pedagang dan pembeli ini diakui oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan. Mereka membenarkan adanya lonjakan harga ekstrem pada beberapa komoditas, salah satunya adalah cabai.

Kepala Bidang Metrologi dan Stabilisasi Harga Disperindag Balangan, Ika Noor Maulida, mencatat cabai rawit menjadi salah satu bumbu dapur penyumbang inflasi tertinggi pekan ini.

"Kenaikan harga yang meroket tinggi ada pada komoditas cabai. Minggu ini cabai keriting mencapai Rp90 ribu, cabai tiung Rp120 ribu, dan cabai rawit Rp150 ribu," rinci Ika.

Merespons rentetan persoalan tersebut, Disperindag mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan daya beli masyarakat agar tidak makin tercekik.

"Iya, Disperindag menggelar operasi pasar murah keliling di setiap kecamatan di Kabupaten Balangan untuk menjaga kestabilan harga," tegasnya.

Di tengah situasi stok yang serba sulit ini, Ika juga memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak mencari celah keuntungan dengan menimbun barang.

"Pedagang diharapkan agar menjaga kestabilan pasokan dengan memiliki beberapa sumber pemasok. Hindari penimbunan, tetapkan harga secara wajar dengan memperhitungkan biaya pembelian dan operasional, serta tetap menjaga kualitas barang," pesannya.

Sementara untuk warga yang berbelanja, ia mengimbau agar tetap tenang dan aktif memantau bantuan yang disalurkan oleh pemerintah.

"Untuk pembeli agar belanja sesuai kebutuhan dalam jumlah yang wajar. Manfaatkan program pemerintah seperti operasi pasar murah dari Disperindag, gerakan pangan murah, dan pembagian bibit cabai gratis dari Dinas Ketahanan Pangan," sarannya. 

 

Editor : Arif Subekti
harga bahan pokok naik pasar balangan menguras uang belanja warga operasi pasar murah paringin