Pakai Panel Surya, Alat Pintar ULM Bakal Diuji di Sawah HSU

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:34 WIB
PERTANIAN: Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, akan menerapkan inovasi pengendali hama tanaman padi berbasis Internet of Things (IoT).
PERTANIAN: Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, akan menerapkan inovasi pengendali hama tanaman padi berbasis Internet of Things (IoT). 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU menyiapkan demonstration plot (demplot) untuk menguji teknologi pintar pengendali hama tanaman padi yang dikembangkan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Langkah tersebut dibahas dalam paparan virtual melalui Zoom Meeting bersama akademisi dan tim peneliti Fakultas Teknik serta Fakultas Pertanian ULM. Wakil Bupati HSU Hero Setiawan atau Iwan Alabio mengikuti kegiatan tersebut atas izin dan arahan Bupati HSU H. Sahrujani.

Teknologi yang dipaparkan tim ULM di bawah koordinasi Nizar itu berupa Smart Pest Controller dan Bird Pest Repellent System. Inovasi tersebut memadukan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan untuk mengendalikan hama di area persawahan.

Iwan Alabio mengapresiasi inovasi tersebut. Menurut dia, teknologi pengendalian hama dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu petani menghadapi gangguan yang selama ini berpotensi menurunkan hasil produksi.

"Sistem ini menarik karena dapat mengendalikan beberapa jenis hama dalam satu sistem terpadu," ujarnya Sabtu (26/9/2026). 

Teknologi tersebut dirancang menyasar tiga hama utama di persawahan, yakni wereng, burung, khususnya burung manyar, serta tikus.

Menariknya, perangkat menggunakan panel surya berkapasitas 20–50 Wp sebagai sumber energi. Energi matahari kemudian dikelola menggunakan Solar Charge Controller MPPT dan disimpan dalam baterai LiFePO4 12V 20Ah.

Dengan sistem tersebut, perangkat dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN.

Dari sisi teknologi, sistem ditenagai mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan jaringan IoT melalui platform seperti Blynk, ThingSpeak, atau MQTT. Petani nantinya dapat memantau kondisi perangkat, kapasitas baterai, suhu hingga frekuensi kemunculan hama secara real-time melalui dashboard monitoring.

Pengendalian juga dapat dilakukan secara otomatis berdasarkan waktu operasional dan jenis hama yang menjadi sasaran.

Untuk mengendalikan tikus, misalnya, perangkat memancarkan gelombang suara ultrasonik dari area tengah sawah yang diatur menggunakan pengatur waktu otomatis.

Perangkat juga dirancang agar mampu bertahan di lingkungan persawahan. Komponen sensitif ditempatkan dalam box berstandar IP65 yang memiliki perlindungan terhadap air dan debu.

Iwan menegaskan, perhatian terhadap sektor pertanian menjadi salah satu komitmen Pemkab HSU. Pendampingan kepada petani, kata dia, dilakukan secara menyeluruh mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen dan pascapanen.

"Teknologi ini nantinya tidak hanya dilihat dari sisi alatnya, tetapi juga bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan petani," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab HSU akan menyiapkan demplot untuk pembuatan prototipe sekaligus pengujian lapangan. Lokasi pengujian direncanakan berada di sejumlah area persawahan yang memiliki tingkat serangan hama cukup tinggi.

Berdasarkan estimasi awal dalam pemaparan tim peneliti, penerapan sistem tersebut berpotensi menekan kerusakan lahan hingga 70 persen dari potensi serangan hama.

Namun, angka tersebut masih berupa estimasi awal. Efektivitas teknologi akan diketahui setelah dilakukan pengujian dan evaluasi secara langsung pada kondisi persawahan di HSU.

Dengan adanya uji lapangan tersebut, Pemkab HSU berharap teknologi yang dikembangkan ULM tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat menjadi solusi yang aplikatif untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat serangan hama.

Editor : Sutrisno
HSU Amuntai pertanian ULM