Gegara Kabut Asap, Tiap Pekan Ada 500 Lebih Penderita ISPA di Tabalong 

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:39 WIB
MENJELASKAN: Kepala Dinkes Tabalong, Ahmad Baihaqi menjelaskan lonjakan ISPA akibat kabut asap. (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
MENJELASKAN: Kepala Dinkes Tabalong, Ahmad Baihaqi menjelaskan lonjakan ISPA akibat kabut asap. (Foto : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Angka penderita infeksi saluran pernapasan (ISPA) di Kabupaten Tabalong terus meningkat selama kabut asap menyelimuti beberapa bulan ini. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong mencatat, pada bulan Juli 2026 lalu ada 759 orang warga mengidap penyakit tersebut. 

Kemudian di Agustus meningkat dua kali lipat, hingga 1.401 orang penderita. 

Parahnya, September ini terjadi lonjakan signifikan. Hampir setiap pekan termonitor ada ratusan orang terjangkit ISPA. Bahkan angkanya di atas 500 penderita.

Pekan pertama 680 penderita, pekan kedua 582 orang dan pekan ketiga mencapai 649 jiwa. 

Semua data tersebut diinput dari semua layanan kesehatan, khususnya Puskesmas di Tabalong yang berjumlah 18 UPTD puskesmas. 

Kepala Dinkes Tabalong, Ahmad Baihaqi mengimbau, karena tingginya angka penderita ISPA, masyarakat diminta agar dapat menjaga kesehatan sendiri dan keluarga.

"ISPU kabut asap sudah tinggi sekali. Kami berharap bisa lebih menjaga kesehatan," tegasnya, Jumat (25/9/2026). 

Warga juga diimbau tidak keluar rumah dan lebih banyak minum air putih agar tubuh terhindar dari ISPA. 

"Kalau membutuhkan masker bisa minta sesuai kebutuhan ke puskesmas atau ke Dinkes," jelasnya.

Dinkes sendiri telah menyalurkan 3.137 kotak masker, dan sedang mengupayakan mengadakan 9.000 kotak masker baru untuk antisipasi. 

"Mudahan masker ini tidak dipakai, karena kualitas udara kita yang membaik," imbuhnya. 

Editor : Sutrisno
Tabalong Kabut Asap ispa