Tak Perlu Tambah Lahan, HSU Genjot Produksi Lewat IP 300

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:35 WIB
PADI UNGGUL: Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan meninjau tanaman percobaan sembilan varietas padi di BPP Sungai Pandan.(Foto: Pemkab HSU)
PADI UNGGUL: Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan meninjau tanaman percobaan sembilan varietas padi di BPP Sungai Pandan.(Foto: Pemkab HSU) 

RADARBARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Waktu panen yang lebih singkat menjadi peluang baru bagi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk meningkatkan produksi padi. Varietas padi yang dapat dipanen sekitar 65 hari kini diuji untuk mendorong indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

Potensi tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan saat meninjau tanaman percobaan sembilan varietas padi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Pandan, Rabu (23/9/2026).

Tanaman percobaan itu dikembangkan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten HSU dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Salah satu varietas yang diuji memiliki umur panen sekitar 65 hari atau dua bulan lima hari.

Hero menilai karakteristik varietas tersebut membuka peluang untuk meningkatkan intensitas penanaman di lahan pertanian HSU.

“Ini sangat potensial untuk meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Hulu Sungai Utara, dari yang sebelumnya IP 200 menjadi IP 300,” ujarnya.

Menurut Hero, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu langkah strategis untuk mendongkrak produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan.

Dengan pola tiga kali tanam, pemanfaatan lahan dapat dioptimalkan sepanjang tahun. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, ketersediaan air, varietas, serta hasil uji lapangan.

Pengembangan varietas tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab HSU memperkuat sektor pertanian sebagai penopang pangan dan logistik Kalimantan Selatan.

Hero menyebut produktivitas padi HSU saat ini berada pada kisaran 6–10 ton per hektare. Karena itu, pengembangan varietas unggul dan penerapan teknologi pertanian dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

“Alhamdulillah, ini menjadi modal besar. Cita-cita Pak Bupati untuk meningkatkan kesejahteraan petani sangat mungkin kita laksanakan di sini,” katanya.

Selain pengembangan varietas, Pemkab HSU juga mendorong integrasi pertanian dengan sektor perikanan dan peternakan melalui program Si Tani. Konsep tersebut diarahkan agar seluruh potensi dalam kegiatan produksi dapat dimanfaatkan dan saling mendukung.

Hero berharap hasil uji coba sembilan varietas padi tersebut dapat memberikan pilihan teknologi yang sesuai bagi petani HSU.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu gerakan yang bombastis. Kita akan terus meningkatkan produktivitas dan produksi padi per hektare,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
Hero Setiawan Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara produksi padi