RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Tumpukan tulang hewan ditemukan berserakan di aliran Sungai Parit, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Temuan tak biasa itu didapati komunitas pecinta lingkungan Masyarakat Peduli Alam Indonesia (MPAI) My Darling saat melakukan aksi bersih-bersih sungai.
Tulang yang diduga berasal dari sapi tersebut terlihat menumpuk di aliran sungai hingga bantaran. Sebagiannya masih berada di dalam kantong plastik merah berukuran besar.
Sementara itu, sebagian tulang lainnya telah berserakan di sekitar bantaran. Tulang-tulang tersebut diduga telah dibawa atau dimakan anjing.
Keberadaan tumpukan tulang juga menimbulkan bau tidak sedap di sekitar lokasi. Belum diketahui secara pasti siapa yang membuang limbah tersebut ke Sungai Parit.
Diduga Limbah Rumah Makan
Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir mengatakan pihaknya terkejut menemukan tumpukan tulang dalam jumlah cukup banyak ketika membersihkan sungai.
"Saat melakukan aksi bersih-bersih, kami menemukan tumpukan tulang dari hewan yang cukup banyak," kata Khaidir, Selasa (22/9/2026).
Menurut Khaidir, tumpukan tulang itu diduga berasal dari limbah sisa makanan rumah makan di sekitar kawasan Sungai Parit.
Namun, dugaan mengenai asal tulang tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Belum ada kepastian rumah makan atau pihak yang membuangnya.
Khaidir mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah sisa makanan.
"Kami sebagai komunitas pecinta lingkungan berharap ada kesadaran agar tidak membuang limbah sisa makanan ke sungai lagi, melainkan membuangnya pada tempat yang semestinya," ujarnya.
Berpotensi Ganggu Aliran Sungai
Khaidir menjelaskan tulang hewan membutuhkan waktu untuk terurai. Apabila limbah serupa terus dibuang ke sungai, tumpukannya berpotensi mengendap dan mengganggu aliran air.
Selain berpotensi menghambat aliran sungai, limbah organik yang membusuk dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kebersihan lingkungan sekitar. (*)
Editor : M. Ramli Arisno