Pastikan Pembangunan Pelabuhan Kotabaru Taat Aturan Konservasi, H Rusli Datangi Kantor BKSDA Kalsel

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:40 WIB

KONSULTASI: Bupati Kabupaten Kotabaru, HM Rusli saat berdiskusi dengan BKSDA Kalsel terkait proyek pengembangan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kotabaru,

KONSULTASI: Bupati Kabupaten Kotabaru, HM Rusli saat berdiskusi dengan BKSDA Kalsel terkait proyek pengembangan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kotabaru, Selasa (22/9/2026).(Foto: Prokopim Kotabaru) 

 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU - Rencana pengembangan pelabuhan penyeberangan di Kabupaten Kotabaru mulai berhadapan dengan satu persoalan penting. 

Yakni, bagaimana pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut tetap berjalan tanpa mengabaikan aturan konservasi.

Untuk membahas hal tersebut, Bupati Kotabaru, H Muhammad Rusli mendatangi Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel di Banjarbaru, Selasa (22/9/2026).

Kedatangan Bupati secara khusus menyampaikan rencana pengembangan pelabuhan penyeberangan kepada BKSDA Kalsel.

Koordinasi ini menjadi penting karena pembangunan infrastruktur tidak hanya menyangkut kebutuhan konektivitas dan ekonomi.

Aspek lingkungan, serta ketentuan konservasi juga harus dipastikan sejak tahap perencanaan.

“Kita ingin pembangunan pelabuhan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kotabaru. Terutama dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, serta mendukung aktivitas perekonomian daerah,” ujarnya.

Namun, keinginan membangun tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan aturan.

Rusli menyebut koordinasi lintas instansi diperlukan agar rencana pembangunan tidak menimbulkan persoalan pada tahap berikutnya.

“Kita perlu melakukan koordinasi dengan semua pihak agar prosesnya dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Terlebih, BKSDA Kalsel memiliki kewenangan dalam urusan konservasi sumber daya alam.

Karena itu, masukan dari instansi tersebut menjadi bagian penting sebelum rencana pembangunan dilanjutkan.

Rusli menegaskan Pemerintah Daerah juga memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan.

“Kita tentu sangat memperhatikan aspek lingkungan. Pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam,” tegasnya.

Menurutnya, konsultasi tersebut diperlukan agar Pemerintah Daerah mendapatkan gambaran mengenai ketentuan yang harus dipenuhi.

“Karena itu, audiensi dengan BKSDA Kalsel ini menjadi bagian penting untuk mendapatkan masukan dan memastikan rencana yang kita lakukan sesuai dengan aturan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna melalui surat tertanggal 17 September 2026 menyatakan kesediaan menerima kedatangan Bupati Kotabaru.

Pertemuan itu berkaitan dengan penyampaian rencana pengembangan pelabuhan penyeberangan Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

Editor : Fauzan Ridhani
H Muhammad Rusli Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Pelabuhan Penyeberangan banjarbaru kabupaten kotabaru