RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai — Lapas Kelas IIB Amuntai menggelar razia untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan memastikan lingkungan bebas dari barang terlarang.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Razia melibatkan aparat penegak hukum (APH) sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kalapas Kelas IIB Amuntai Gusti Iskandarsyah mengatakan, sasaran utama kegiatan kali ini adalah memastikan lapas bebas dari halinar, khususnya handphone, sekaligus mendukung penerapan prinsip back to basic dalam pemasyarakatan.
“Ini bagian dari apel siaga dan razia gabungan untuk melakukan deteksi dini. Sasaran hari ini adalah lapas bebas dari halinar, khususnya handphone,” ujarnya pada media ini Senin (21/9/2026).
Petugas Geledah Kamar Hunian Warga Binaan
Petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap kamar hunian warga binaan. Meski pemeriksaan dilakukan secara ketat, pendekatan humanis tetap dikedepankan.
“Kami melakukan penggeledahan secara menyeluruh, tetapi tetap humanis dan menghormati warga binaan,” katanya.
Dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah benda yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Di antaranya gunting, alat cukur, botol parfum semprot, botol parfum berbahan kaca, kartu domino, serta beberapa benda lainnya.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Lapas Kelas IIB Amuntai. Gusti menegaskan, pengawasan akan ditingkatkan untuk mencegah masuknya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Kami akan meningkatkan pengawasan di lingkungan lapas,” tegasnya.
Lapas Amuntai Dihuni 503 Warga Binaan
Saat ini, Lapas Kelas IIB Amuntai dihuni 503 warga binaan. Jumlah tersebut terdiri atas 410 narapidana dan 93 tahanan yang berasal dari wilayah HSU dan Balangan.
Gusti menambahkan, keterlibatan APH dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan lapas.
“Sinergitas dengan APH sangat penting untuk melakukan deteksi dini dan menjaga keamanan serta ketertiban di dalam lapas,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno