RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan bakal lebih memaksimalkan penggunaan dana daerah atau APBD untuk menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Strategi penggunaan anggaran daerah untuk mengendalikan inflasi (lonjakan harga) ini menjadi fokus utama saat Pemkab Balangan menerima kunjungan dari Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada akhir pekan tadi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Balangan, Fakhriyanto, menekankan bahwa penyusunan anggaran pemerintah tidak boleh hanya sebatas rencana di atas kertas, tapi harus benar-benar menyentuh urusan daya beli warga.
“Kebijakan yang kita susun melalui APBD harus mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” tegas Fakhriyanto.
Artinya, jika sewaktu-waktu harga sembako di pasar bergejolak, dana APBD bisa digunakan untuk mengintervensi atau menstabilkan harga tersebut.
Namun, agar intervensi menggunakan uang daerah ini tepat sasaran, Sekda mewanti-wanti jajarannya untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Seluruh dinas terkait diminta kompak dan rajin turun langsung ke pasar untuk memantau pergerakan harga.
“Pengendalian inflasi (lonjakan harga) ini bukan hanya tugas satu perangkat daerah saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak,” tambahnya.
Dengan pemantauan stok sembako yang rutin di lapangan, pemerintah diharapkan tidak kecolongan saat terjadi kelangkaan barang yang biasa memicu pedagang menaikkan harga.
“Langkah pantauan ini sangat diperlukan agar pemerintah daerah bisa merespons cepat jika ada perubahan kondisi pasar, sekaligus menjaga ketersediaan barang agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Fakhriyanto.
Editor : Sutrisno