Polres Batola Suntik Surfaktan untuk Padamkan Bara Gambut

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:25 WIB

 

SURFAKTAN: Kapolres Batola AKBP Susilawati bersama jajaran mencoba penggunaan surfaktan untuk memadamkan bara di lahan gambut. (Foto: Humas Polres Batola)
SURFAKTAN: Kapolres Batola AKBP Susilawati bersama jajaran mencoba penggunaan surfaktan untuk memadamkan bara di lahan gambut. (Foto: Humas Polres Batola)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Marabahan - Polres Barito Kuala (Batola) menerapkan metode baru untuk memburu bara api yang bersembunyi di bawah lahan gambut. Cairan surfaktan disuntikkan langsung ke lapisan gambut agar air lebih mudah menjangkau bara yang sulit dipadamkan melalui penyiraman biasa.

Metode tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama di kawasan gambut yang memungkinkan bara tetap bertahan di bawah permukaan meski api di atasnya telah padam.

Jajaran Polres Batola pertama kali menerapkan metode tersebut di Desa Cahaya, Kecamatan Jejangkit, Rabu (16/9/2026) sore.

Kegiatan dipimpin Kapolres Batola AKBP Susilawati bersama pejabat utama Polres Batola, jajaran polsek, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Susilawati mengatakan, penggunaan surfaktan menjadi salah satu upaya meningkatkan efektivitas pemadaman di lahan gambut. Penanganan karhutla tidak cukup hanya menyasar api yang terlihat di permukaan.

Titik panas dan bara yang tersimpan di bawah gambut juga harus dipastikan benar-benar padam.

“Dengan metode ini, kita berupaya memadamkan api bukan hanya yang terlihat di permukaan, tetapi juga bara yang berada di dalam gambut,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Surfaktan Disuntikkan ke Gambut

Berbeda dengan penyiraman biasa, cairan surfaktan membantu air lebih mudah meresap ke lapisan gambut. Surfaktan bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan air sehingga larutan dapat menyebar dan menjangkau bagian gambut yang masih menyimpan bara.

Dalam penerapannya, satu liter surfaktan jenis MES berbahan dasar minyak nabati dicampurkan dengan 100 liter air.

Campuran tersebut kemudian disuntikkan langsung ke lapisan gambut menggunakan pipa khusus. Penyuntikan dilakukan sekitar satu menit pada titik yang diduga masih menyimpan bara.

Larutan itu diharapkan mampu menurunkan suhu gambut sekaligus memadamkan bara yang sulit dijangkau melalui penyiraman dari permukaan.

Selain membantu menjangkau bara di bawah permukaan, metode tersebut diharapkan dapat menghemat penggunaan air dalam proses pemadaman. Hal ini menjadi penting ketika keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala petugas di lapangan.

Surfaktan yang digunakan merupakan inovasi racikan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Selatan. Metode tersebut mulai diterapkan Polda Kalsel bersama jajaran polres dalam penanganan kebakaran lahan gambut.

Pemkab Batola Dukung Inovasi

Bupati Batola H Bahrul Ilmi mengapresiasi penerapan metode tersebut. Menurutnya, inovasi dibutuhkan dalam menghadapi karhutla, terutama di daerah dengan karakter lahan gambut.

“Kita akan terus mendukung langkah bersama dalam mencegah dan menangani karhutla. Terlebih kondisi musim kemarau membuat ancaman kebakaran lahan perlu diantisipasi lebih serius,” jelasnya.

Bahrul menegaskan, setiap metode yang dapat membantu mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas perlu mendapatkan dukungan.

“Yang paling penting bagaimana kebakaran bisa segera ditangani dan tidak meluas. Setiap upaya dan inovasi yang dapat membantu pemadaman tentu harus kita dukung,” ujarnya.

Penggunaan surfaktan menjadi salah satu metode yang diterapkan untuk menghadapi karhutla di tengah musim kemarau. Dengan menyasar bara hingga ke dalam lapisan gambut, proses pemadaman diharapkan tidak berhenti ketika api di permukaan sudah tidak terlihat.

Potensi api kembali muncul dari bara yang masih tersimpan di dalam gambut pun diharapkan dapat ditekan. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
karhutla Barito Kuala surfaktan lahan gambut pemadaman bara gambut karhutla lahan gambut polres barito kuala