Satlantas Batola dan Dishub Kompak Asah Skill Pengawalan

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:12 WIB
LATIHAN: Personel Satlantas Polres Batola bersama Dishub mengikuti pelatihan keterampilan pengawalan. (Maulana)
LATIHAN: Personel Satlantas Polres Batola bersama Dishub mengikuti pelatihan keterampilan pengawalan. (Maulana) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Safety riding tidak hanya berlaku bagi masyarakat. Personel Satlantas Polres Barito Kuala (Batola) juga terus meningkatkan keterampilan berkendara, khususnya dalam pelaksanaan pengawalan.

Pelatihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personel saat mengawal pimpinan Forkopimda, pejabat daerah, tamu VVIP maupun masyarakat yang membutuhkan pengawalan.

Kegiatan berlangsung santai dan dipimpin Kasat Lantas Polres Batola AKP M S Ariza. Ia didampingi Kanit Patwal Aiptu Yahya.

Menariknya, latihan tidak hanya diikuti personel Satlantas. Sejumlah personel pengawalan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Batola turut dilibatkan.

Ariza menjelaskan, keterlibatan personel Dishub merupakan bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan pengawalan di lapangan. Menurutnya, sinergi tersebut juga sejalan dengan motto kerja Kapolres Batola AKBP Susilawati, yakni Rukun dan Solid, Amanah, Kolaboratif, Aspiratif, serta Tulus Mengabdi.

"Ini bagian dari kolaborasi. Masing-masing personel memiliki peran dalam pelaksanaan pengawalan, sehingga perlu terus dilatih dan disinergikan dan memang kolaborasi ini diharapkan rekan-rekanDishub meminta kita sama-sama latihan bagaimana pelaksanaan pengawalan," ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Dijelaskannya, dalam pengawalan terdapat pembagian tugas. Petugas lalu lintas berada di bagian depan untuk membuka jalur, sementara personel Dishub dapat berperan sebagai pengawalan penutup di bagian belakang.

Menurut Ariza, latihan tersebut diharapkan bisa dilakukan secara rutin. Bahkan, pihaknya berharap para pengemudi maupun pejabat yang menjadi objek pengawalan juga memahami posisi dan tata cara saat dikawal.

"Jangan sampai yang menjadi objek pengawalan malah tidak mengetahui bagaimana menempatkan posisi kendaraannya. Ini juga penting agar pelaksanaan pengawalan berjalan aman dan lancar," katanya.

Selain meningkatkan keterampilan personel, latihan tersebut juga menjadi penyegaran bagi petugas yang mungkin sudah lama tidak melakukan pengawalan.

Ariza menegaskan, pengawalan bukan semata-mata untuk pejabat negara atau pejabat daerah. Masyarakat juga dapat membutuhkan pelayanan tersebut dalam kondisi tertentu.

"Misalnya ambulans yang mengalami kendala dalam perjalanan, ada yang mau melahirkan atau korban kecelakaan yang memang harus segera kita bantu. Pelayanan utamanya tetap untuk masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, pengawalan dilakukan ketika memang terdapat kebutuhan dan permintaan. Termasuk membantu pejabat menghadiri agenda pemerintahan yang memiliki jadwal tertentu.

Namun, dalam pelaksanaannya personel diminta tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

"Pengawalan tetap mengutamakan keselamatan. Tidak ugal-ugalan dan tetap humanis kepada pengguna jalan,"tuturnya.

Sementara itu, personel pengawalan Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Kuala, Gusti Hafiz, mengaku terbantu dengan adanya latihan bersama tersebut.

Menurutnya, arahan dan materi yang diberikan personel Satlantas menjadi pengalaman baru bagi jajaran pengawalan Dishub.

"Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya latihan bersama ini. Arahan yang diberikan luar biasa dan kami mendapatkan pengalaman baru dalam pelaksanaan pengawalan," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi jajaran Satlantas Polres Batola yang telah memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman terkait teknis pengawalan di lapangan.

"Terima kasih kepada Pak Kasat dan seluruh jajarannya. Latihan bersama ini sangat luar biasa dan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” pungkas Gusti Hafiz.

Editor : Sutrisno
Batola