RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Menjaga kerukunan di tengah keberagaman menjadi perhatian Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sebanyak 17 kelompok kerukunan suku di Amuntai duduk bersama dalam Rapat Koordinasi FPK yang digelar di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HSU, Kamis (17/9/2026).
Rapat tersebut tidak hanya membahas soal keharmonisan antar-suku. Sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat turut menjadi perhatian, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penurunan angka stunting, hingga pengembangan potensi unggulan daerah.
Tiga sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan adalah pertanian, perikanan, dan peternakan. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat dari berbagai latar belakang untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Kepala Badan Kesbangpol HSU, H Amberani mengatakan keberagaman suku merupakan kekayaan sekaligus kekuatan daerah. Karena itu, kerukunan perlu terus dijaga agar kondusivitas wilayah tetap terpelihara.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persatuan dan saling menghormati. Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis menjadi salah satu modal penting dalam mendukung kemajuan daerah.
Penguatan wawasan kebangsaan juga menjadi bagian dalam rapat tersebut. Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Kesbangpol HSU, Rakhmat Nur Elmi menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga persatuan serta memperkuat semangat kebangsaan.
Wakil Ketua FPK Kabupaten HSU, Dindin turut menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah melalui Kesbangpol dalam menjaga harmonisasi masyarakat.
“Kami dari FPK akan selalu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan daerah dan ikut serta menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Dindin, yang merupakan perwakilan masyarakat Suku Sunda di HSU.
Menurutnya, FPK memiliki ruang strategis untuk memperkuat komunikasi antarkelompok masyarakat. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang terjaga, berbagai potensi persoalan sosial diharapkan dapat dicegah sejak dini.
Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi perwakilan kelompok kerukunan suku untuk memperkuat komitmen bersama.
Bukan hanya menjaga hubungan antarsuku, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menghadapi persoalan dan mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten HSU.
Editor : Fauzan Ridhani