Sebagai Penghasil Batubara, Pemadaman Listrik Bergilir Malah Kembali Terjadi di Tanah Bumbu

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:16 WIB
PEMERIKSAAN: Petugas PLN memeriksa peralatan kelistrikan di gardu distribusi sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasokan listrik. (Foto: PLN UID Kalselteng)
PEMERIKSAAN: Petugas PLN memeriksa peralatan kelistrikan di gardu distribusi sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasokan listrik. (Foto: PLN UID Kalselteng) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN  — Pemadaman listrik kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, pada September 2026. Gangguan sejumlah pembangkit dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan membuat PLN ULP Batulicin kembali menerapkan manajemen beban secara bergilir.

Manajer PLN ULP Batulicin, Azmi Muharam, mengatakan pengalihan pasokan dilakukan secara terbatas untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan. Menurut dia, kondisi itu terjadi karena sistem kelistrikan saling terhubung dan masih memerlukan manajemen beban sementara.

“Namun, kami usahakan hanya dilakukan di satu kecamatan secara bergantian,” ujar Azmi, dikutip Kamis (17/9).

Berdasarkan pengumuman PLN ULP Batulicin, pemadaman dilakukan di sejumlah wilayah dengan jadwal berbeda.

Pada Sabtu (12/9), pemadaman dijadwalkan pukul 13.00–16.00 Wita di sejumlah wilayah Kecamatan Mantewe, Kusan Hulu, Teluk Kepayang, Sungai Loban, hingga sebagian Kelumpang Hulu.

Selasa (15/9), pemadaman berlangsung dalam dua jadwal. Pukul 16.00–19.00 Wita mencakup sebagian Kecamatan Simpang Empat dan Kusan Hilir, termasuk Muara Pagatan dan sekitarnya. 

Selanjutnya, pukul 19.00–22.00 Wita, pemadaman mencakup sejumlah wilayah Kecamatan Simpang Empat, Kelumpang Hulu, Kelumpang Barat, Kelumpang Tengah, Sampanahan, Kelumpang Utara, Pamukan Selatan, hingga Kelumpang Selatan.

Pada Rabu (16/9), pemadaman dijadwalkan pukul 12.00–15.00 Wita di sejumlah wilayah Kecamatan Kusan Hulu, Teluk Kepayang, dan Sungai Loban.

Azmi mengatakan manajemen beban diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026. PLN berharap pembangkit yang masih dalam proses pemulihan dapat kembali beroperasi secara bertahap.

“Selesai diperkirakan akhir September,” katanya.

PLN mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00–21.00 Wita. Pelanggan diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan mengatur penggunaan pendingin ruangan pada suhu di atas 24 derajat Celsius.

Pemadaman ini bukan kali pertama menjadi persoalan di Tanah Bumbu. Pada 4 Agustus 2026, DPRD Tanah Bumbu memanggil PLN ULP Batulicin dalam rapat gabungan komisi untuk meminta penjelasan mengenai pemadaman bergilir yang berlangsung sejak akhir Juli.

Saat itu, PLN menjelaskan penurunan kemampuan pasok daya Sistem Interkoneksi Kalimantan sejak 22 Juli dipicu gangguan pada sejumlah pembangkit, di antaranya PLTU Asam-Asam. PLN memperkirakan pasokan dapat kembali normal setelah sejumlah unit pembangkit selesai diperbaiki pada akhir Agustus.

Editor : Arif Subekti
pemadaman listrik di tanah bumbu sumber batubara nasional penurunan kemampuan pasok daya sejak akhir juli batulicin