Kabut Asap Pekat di HSS, Nilai ISPU Malah Belum Muncul di Aplikasi

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 00:51 WIB

 

PEKAT: Kabut asap menyelimuti wilayah Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (16/9/2026) sore. Warga tetap beraktivitas dengan mengenakan masker. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
PEKAT: Kabut asap menyelimuti wilayah Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (16/9/2026) sore. Warga tetap beraktivitas dengan mengenakan masker. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali terlihat pekat, Rabu (16/9/2026) sore.

Di tengah kondisi tersebut, warga belum bisa mengetahui kualitas udara melalui aplikasi ISPU Net. Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk wilayah HSS belum muncul karena alat pemantau mengalami gangguan pada sensor partikulat.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan warga. Muhammad Ghazali, salah seorang warga, mempertanyakan tidak munculnya pantauan ISPU HSS melalui grup WhatsApp Emergency HSS.

“Pantauan ISPU Net tidak aktif lagi kah di HSS?” tanyanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup dan Pertanahan (Dispera KPLHP) HSS Susilo Adianto menjelaskan, alat ISPU di HSS sedang mengalami kendala pada sensor partikulat atau Particulate Matter (PM) Sensor.

Sensor tersebut berfungsi mendeteksi dan mengukur konsentrasi partikel debu halus di udara secara real-time. Gangguan pada sensor menyebabkan data yang dihasilkan menjadi anomali sehingga belum bisa menggambarkan kondisi kualitas udara sebenarnya.

“Alat ISPU di HSS mengalami kendala pada sensor partikulat atau PM Sensor, sehingga tidak bisa mendeteksi dan mengukur konsentrasi partikel debu halus di udara secara real-time,” jelasnya.

Sensor ISPU HSS Bermasalah

Menurut Susilo, gangguan sensor berdampak pada data diagram batang yang dihasilkan alat pemantau. Karena hasilnya anomali, data tersebut belum dapat dijadikan gambaran kondisi udara HSS.

Dispera KPLHP HSS telah mengomunikasikan persoalan tersebut dengan tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup untuk penanganan lebih lanjut.

“Hal ini sudah kami komunikasikan dengan tim teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk nantinya bisa dilakukan perbaikan sesuai dengan prosedur yang ada,” ujarnya.

Susilo mengatakan, perangkat pemantauan HSS sebenarnya sudah kembali muncul dalam aplikasi ISPU Net. Namun, angka hasil pengukuran kualitas udara masih belum ditampilkan.

“Di layar sudah muncul HSS, tapi nilainya masih belum keluar,” katanya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat belum memperoleh informasi angka ISPU melalui aplikasi tersebut ketika kabut asap terlihat pekat.

Berharap Sistem Segera Normal

Susilo berharap gangguan yang terjadi hanya berkaitan dengan sistem. Jika demikian, penanganannya diperkirakan dapat dilakukan dengan memulai ulang sistem.

“Mudah-mudahan hanya kendala di sistem, sehingga bisa dilakukan perbaikan melalui restart ulang saja,” pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
kabut asap HSS ISPU HSS kualitas udara HSS karhutla Hulu Sungai Selatan sensor partikulat ISPU