Petani Desa Ampukung di Tabalong Harus Mengais Padi Puso

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:14 WIB
KEKERINGAN : Petani Desa Ampukung saat mengais padi di tengah sawah puso. 
(Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
KEKERINGAN : Petani Desa Ampukung saat mengais padi di tengah sawah puso.  (Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Petani di Desa Ampukung Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong mengeluh. Padi yang ditanam mereka  rusak dan tidak dapat dipanen alias puso.

Kalaupun ada, harus mengais padi-padi yang dirasa berisi. Namun itu pun sangat sedikit. Sebab, banyak yang hanya menyisakan ampas. 

Masalah ini dikarenakan kekeringan yang melanda di lahan persawahan lebak mereka begitu panjang, selama musim tanam.

Mustafa, petani Desa Ampukung mengatakan kekeringan di sawah lebak miliknya hingga menyebabkan tanah retak. "Kekeringannya parah betul," katanya, Rabu (16/9/2026).

Ia mengaku harus mengais padi yang baik untuk dibawa pulang. Sisanya yang puso dibiarkan. Itu pun hasilnya tak seberapa.

Ia berharap, pemerintah bisa segera mencari solusi untuk masalah kekeringan ini. Sebab, petani menjadi profesi utama baginya. 

Kepala Desa Ampukung, Ahmad Ribhan membenarkan adanya masalah kekeringan lahan pertanian lebak dan mengalami puso di wilayahnya. "Luasnya ratusan hektare," ujarnya.

Kondisi itu sudah dilaporkan ke Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Tabalong agar ditindaklanjuti dengan program penanggulangan. 

"Kami mengusulkan agar dibangun embung, supaya ada penampungan air. Agar ketika musim kemarau, air dapat tertampung untuk mengairi sawah," jelasnya.

Ia berharap, pemerintah dapat membantu petani di desanya, karena pertanian menjadi andalan warga Desa Ampukung untuk melangsungkan kehidupan. 

Editor : Arif Subekti
desa ampukung kelua kabupaten tabalong tidak dapat panen alias puso petani tanjung