OMC Dihentikan Sementara, Tak Ada Awan Potensial Untuk Hujan Buatan

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB
DIHENTIKAN: Petugas memasukkan bahan semai ke pesawat saat pelaksanaan OMC beberapa waktu lalu. Sejak Minggu (13/9),  operasi untuk menurunkan hujan ini resmi dihentikan.
(Foto: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN)
DIHENTIKAN: Petugas memasukkan bahan semai ke pesawat saat pelaksanaan OMC beberapa waktu lalu. Sejak Minggu (13/9),  operasi untuk menurunkan hujan ini resmi dihentikan. (Foto: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, ​BANJARBARU — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi dihentikan sementara sejak Minggu (13/9) tadi. 

Keputusan ini diambil lantaran tim di lapangan tidak lagi menemukan awan potensial untuk disemai garam selama tiga hari berturut-turut.

​Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ariansyah, menjelaskan bahwa OMC di Kalsel telah berjalan dalam dua periode. 

Periode pertama berlangsung pada Juli 2026, sedangkan periode kedua dilaksanakan pada September 2026.

​“Selama tiga hari, dari tanggal 11 sampai 13 September, kami sudah tidak menemukan lagi awan-awan potensial. Sehingga OMC dihentikan dulu sementara,” ujar Ariansyah. 

​Meski penyemaian dihentikan, armada utama berupa pesawat Cessna Caravan beserta bahan semai dan personel tetap disiagakan di Pangkalan TNI AU (Lanud) Sjamsudin Noor.

Langkah ini dilakukan agar tim bisa langsung bergerak jika kemunculan awan potensial kembali terdeteksi dalam beberapa pekan ke depan.

​Ariansyah mengklaim keberadaan OMC selama ini cukup efektif memicu hujan di sejumlah wilayah, khususnya kawasan utara Kalsel, yang berimbas pada berkurangnya paparan kabut asap.

​Hingga pertengahan September 2026, BPBD Kalsel mencatat sebanyak 3.200 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 21.000 hektare.

​Penanganan darat kini difokuskan pada area prioritas ring 1 di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mencegah gangguan penerbangan. (she/al/ris) 

Editor : Arief M
OMC hujan cuaca tni