Edukasi Gender dan Seksualitas Tingkatkan Pengetahuan Remaja

Nurhidayat • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 04:20 WIB
KOLABORASI: Tim Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama Kepala Desa, Bidan, kader dan remaja berfoto bersama usai pelaksanaan Edukasi dan Pembentukan Forum Remaja di Desa Sepakat Bersama Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala
KOLABORASI: Tim Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bersama Kepala Desa, Bidan, kader dan remaja berfoto bersama usai pelaksanaan Edukasi dan Pembentukan Forum Remaja di Desa Sepakat Bersama Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barito Kuala – Pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai gender, seksualitas, serta kesehatan reproduksi terus didorong melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan akademisi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin di Desa Sepakat Bersama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan tersebut dipimpin Rafidah, S.Si.T., M.Kes, bersama anggota tim Erni Yuliastuti, S.Si.T., M.Kes dan Rita Kirana, S.Pd., M.Kes. Program turut melibatkan bidan penanggung jawab program, bidan desa, kader kesehatan, serta pemerintah desa.

Rafidah mengatakan, masa remaja merupakan periode penting karena terjadi berbagai perubahan fisik, psikologis, kognitif dan sosial. Pada fase ini, remaja juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk mengenai seksualitas dan perubahan yang terjadi pada dirinya.

“Pendidikan tentang gender dan seksualitas penting diberikan sejak remaja karena pada masa ini terjadi berbagai perubahan. Pengetahuan yang baik dapat menjadi salah satu dasar bagi remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif dapat membantu remaja membangun pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai positif. Termasuk memahami kesetaraan gender, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta membangun hubungan yang sehat dan aman.

Berdasarkan pengamatan tim, akses remaja di Desa Sepakat Bersama terhadap informasi yang benar mengenai gender, seksualitas dan kesehatan reproduksi masih terbatas. Topik tersebut juga masih dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Karena itu, edukasi dikemas secara interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok dan studi kasus. Peserta juga mendapatkan buku saku serta leaflet sebagai bahan informasi.

Kegiatan diikuti 30 remaja dan lima kader kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penyampaian materi secara interaktif dapat membantu remaja memahami isu gender dan seksualitas secara lebih tepat. Remaja diharapkan mampu mengenali perubahan dirinya selama masa pubertas, memahami kesetaraan gender serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Program tersebut tidak berhenti pada kegiatan edukasi. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim juga mendorong pembentukan Forum Remaja Peduli Kesehatan di tingkat desa.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berdiskusi, berbagi informasi, mendapatkan pendampingan, serta menyelenggarakan kegiatan edukatif secara rutin.

Kepala desa dan bidan desa turut mendukung keberlanjutan program. Sementara remaja dan kader diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan kesehatan di lingkungan desa, termasuk dalam edukasi kesehatan reproduksi.

Editor : Nurhidayat
Pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin barito kuala gender