Sopir Truk HSS Minta Tambahan Jatah Solar, Ini Permintaan Mereka

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:48 WIB
Para perwakilan dari Persatuan Driver Truk Kandangan dalam RDP bersam DPRD HSS. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
Para perwakilan dari Persatuan Driver Truk Kandangan dalam RDP bersam DPRD HSS. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Para sopir truk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meminta penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD HSS dengan pengelola SPBU dan AKR, Selasa (15/9/2026).

Perwakilan Persatuan Driver Truk Kandangan (PDTK), Ramli, mengatakan kebutuhan solar para sopir truk saat ini cukup besar. Setiap unit truk membutuhkan sedikitnya 40 liter solar dalam sehari.

Dengan jumlah anggota sekitar 300 orang, kebutuhan solar jika seluruh kendaraan beroperasi mencapai sekitar 12 ribu liter per hari. Dalam sebulan, jumlahnya bisa mencapai sekitar 360 ribu liter.

"Kami meminta penambahan kuota solar. Harapannya kuota yang diberikan bisa mencukupi kebutuhan kami untuk pengangkutan," ujarnya.

Ramli mengatakan, para sopir truk mendapat satu kali kesempatan pengisian solar di setiap SPBU yang melayani mereka. Saat ini, menurutnya, baru tujuh SPBU di HSS yang bisa menyediakan solar untuk kebutuhan para sopir truk.

Selain persoalan kuota, keterbatasan pelayanan tersebut membuat pemenuhan kebutuhan solar belum selalu berjalan sesuai kebutuhan. Sopir yang tidak mendapatkan solar di SPBU terpaksa membeli secara eceran dengan harga yang lebih tinggi.

"Kalau tidak kebagian di SPBU, terpaksa kami membeli eceran. Harganya lebih tinggi, jadi selisihnya cukup jauh," keluhnya.

PDTK juga telah menerapkan pendataan kendaraan melalui stiker. Setiap kendaraan anggota yang terdaftar diberi nomor mulai 01 hingga 300. Stiker tersebut digunakan sebagai tanda anggota sekaligus memudahkan pendataan ketika pembagian solar.

"Kami absen dulu yang ada stikernya. Setelah tahu berapa yang hadir, baru kami laporkan ke SPBU. Stok solar yang ada kemudian dibagi kepada yang hadir," jelas Ramli.

Menurutnya, jumlah solar yang diterima setiap kendaraan tidak selalu sama. Besarannya menyesuaikan stok yang tersedia di SPBU dan jumlah kendaraan yang hadir saat pembagian.

"Yang sudah terdata dan datang pasti kami usahakan dapat. Tapi jumlah liternya tidak tentu, tergantung stok di SPBU dan berapa yang hadir,"terangnya.

Karena itu, selain meminta penambahan kuota, PDTK berharap jumlah SPBU yang melayani kendaraan mereka juga bertambah. Dengan begitu, kebutuhan solar para sopir truk dapat lebih terpenuhi dan tidak terlalu bergantung pada tujuh SPBU yang saat ini melayani.

Sementara itu, Ketua DPRD HSS, Akhmad Fahmi, mengatakan pihaknya memfasilitasi RDP tersebut untuk mempertemukan para sopir truk dengan pengelola SPBU dan AKR guna mencari solusi terkait kebutuhan solar.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah memfasilitasi pertemuan antara sopir truk di HSS dengan SPBU atau AKR. Hasilnya, ada kesepakatan bahwa mereka akan mendapatkan jatah solar lebih banyak dari sebelumnya," ujarnya.

Fahmi mengatakan, permintaan penambahan kuota tersebut disampaikan karena situasi dan kebutuhan para sopir truk saat ini sudah berbeda dibandingkan lima tahun lalu.

"Lima tahun yang lalu mereka juga pernah datang ke sini untuk meminta fasilitasi. Selama lima tahun itu semuanya berjalan lancar. Namun, seiring perubahan situasi dan kondisi, mereka kembali meminta penambahan jatah," katanya.

Ia berharap kesepakatan dalam RDP tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan solar para sopir truk di HSS.

Editor : M Oscar Fraby
Solar HSS DPRD HSS