RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Perhatian terhadap korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin di Laut Jawa tidak hanya datang dari kerja-kerja di lapangan.
Di tengah proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung, kepedulian juga hadir melalui ruang spiritual.
Untuk itu, ribuan jemaah Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggelar doa bersama untuk korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin di Laut Jawa.
Doa tersebut dipanjatkan usai pelaksanaan salat Zuhur, Senin (14/9/2026), di tengah proses pencarian dan evakuasi korban yang masih berlangsung.
Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan (Kalsel) sekaligus Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Muhammad Tambrin bertindak sebagai imam salat Zuhur sekaligus memimpin doa bersama.
Dalam doanya, Tambrin menyampaikan belasungkawa dan dukacita mendalam atas musibah tenggelamnya Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin.
Doa secara khusus ditujukan bagi korban yang meninggal dunia agar mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Bagi yang wafat, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan dilapangkan kuburnya,” ujar Tambrin dalam doa yang dipimpinnya.
Doa juga dipanjatkan untuk para korban yang berhasil diselamatkan agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Bagi yang selamat, semoga disembuhkan, disehatkan kembali bersama keluarga tercinta,” katanya.
Sementara bagi korban yang masih dalam pencarian, Tambrin mengajak jemaah mendoakan agar proses pencarian dan evakuasi berjalan lancar.
“Bagi keluarga, doakan bagi saudara, sahabat kita yang masih dalam pencarian dan evakuasi,” ucapnya.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan masyarakat Banjarmasin di tengah proses penanganan kecelakaan pelayaran yang masih berlangsung.
Tidak semua masyarakat dapat terlibat langsung dalam pencarian maupun evakuasi di laut.
Karena itu, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar dan kepedulian yang dapat dilakukan untuk para korban serta keluarga yang masih menunggu kepastian.
Editor : Sutrisno