Stok Air PDAM Kotabaru Semakin Menipis, Hanya Mampu untuk Satu hingga Dua Bulan Lagi

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB
MENYUSUT: Kondisi air Embung Gunung Ulin milik PDAM Kotabaru yang menurun drastis.
MENYUSUT: Kondisi air Embung Gunung Ulin milik PDAM Kotabaru yang menurun drastis. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Stok air baku yang menjadi sumber pasokan PDAM Kotabaru terus mengalami penyusutan.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air baku diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar satu hingga dua bulan ke depan.

Hal ini disampaikan Kabag Hubungan Langganan PDAM Kotabaru H Suriansyah saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin.

Ia mengatakan, penurunan debit air baku terjadi di sejumlah sumber yang selama ini menopang kebutuhan air bersih masyarakat.

Di antaranya IPA Gunung Ulin, Embung Gunung Tirawan, Gunung Perak, Gunung Relly, serta IPA Gunung Sari.

“Untuk perkiraan stok air bertahan kira-kira satu sampai dua bulan, tergantung kondisi air bakunya,” kata Suriansyah saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Menghadapi kondisi tersebut, PDAM Kotabaru melakukan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia.

Salah satunya dengan mengoptimalkan air dari Dam Sebelimbingan untuk menyuplai kebutuhan air ke IPA Gunung Sari, kemudian ke IPA Gunung Ulin dan Waduk Gunung Ulin.

Selain itu, PDAM juga mengupayakan optimalisasi sumber air dari sebuah danau yang berada di samping Kantor ATR/BPN.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan air baku sekaligus mempertahankan pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah menurunnya debit sejumlah sumber air.

Namun, Suriansyah menegaskan, ketahanan stok air sangat bergantung pada kondisi sumber air baku ke depan. Jika debit terus menurun, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan PDAM dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Perkiraan stok air bertahan kira-kira satu sampai dua bulan, tergantung kondisi air bakunya,” ujarnya.

Editor : Sutrisno
Kotabaru krisis air PDAM