Atasi Karhutla Gambut di Banjarbaru, Wamenko Pangan Dorong Pengelolaan Tata Air Berkelanjutan

admin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:33 WIB
KOORDINASI: Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nuroffiq saat memimpin rapat penanganan karhutla di Dishut Kalsel.(Foto: Dishut Kalsel)
KOORDINASI: Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nuroffiq saat memimpin rapat penanganan karhutla di Dishut Kalsel.(Foto: Dishut Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Upaya percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel diperkuat melalui rapat evaluasi dan koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq S Hut MP di Aula Rimbawan I Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel). 

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra SHut MP bersama jajaran, serta sejumlah unsur lintas sektor. Di antaranya Karoops Polda Kalsel, Kombes Pol Eko Irianto SIK, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perkebunan dan Peternakan, BPBD Kalsel, BPBD Kota Banjarbaru, Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah III Kalimantan, serta Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Lambung Mangkurat Prof Dr Ir Ahmad Kurnain MSc. Rapat difokuskan pada tiga lokasi prioritas, yaitu Hutan Lindung Liang Anggang, Guntung Damar, dan Pengayuan.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem drainase yang berlebihan telah memengaruhi kemampuan gambut dalam menyimpan dan mempertahankan air. Kondisi tersebut terlihat dari upaya pembasahan yang telah dilakukan selama kurang lebih 20 hari. Namun, air yang dialirkan kembali menghilang sehingga menunjukkan menurunnya kemampuan gambut dalam mempertahankan air.

Penanganan karhutla selanjutnya disesuaikan dengan karakteristik kawasan gambut. Penggunaan surfaktan dikaji untuk mempercepat pendinginan dan pembasahan pada lokasi yang sulit ditangani dengan metode konvensional. Kebutuhannya akan dihitung berdasarkan luas dan kondisi areal agar efektif dan tepat sasaran.

Pengelolaan tata air dilakukan melalui pembangunan sekat kanal (canal blocking), penguatan sumber air, serta pembangunan sumur bor. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung penanganan karhutla secara berkelanjutan.

Diketahui, ketiga lokasi prioritas tersebut berada dalam bentang Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Maluka–Sungai Martapura di Kota Banjarbaru. Bentang KHG ini juga mencakup sebagian wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.

Editor : Fauzan Ridhani
karhutla Dishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq banjarbaru kebakaran hutan dan lahan