RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan membuat sumur warga di Desa Segumbang, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mulai mengering.
Maulana (26), warga Desa Segumbang, terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak sepekan terakhir.
Setiap hari, ia membeli sekitar 1.100 liter air seharga Rp45 ribu hingga Rp55 ribu. Air tersebut terutama digunakan untuk mandi dan mencuci.
“Awalnya masih ada air. Hari ini tinggal lumpur, endapannya saja,” ujarnya, Ahad (13/9).
Maulana mengatakan kondisi ini baru pertama kali dialaminya sejak tinggal di Desa Segumbang pada 2023. Selama ini, kebutuhan air rumah tangganya mengandalkan sumur.
Di rumahnya terdapat dua Kartu Keluarga (KK), sehingga kebutuhan air cukup banyak. Karena sumur mengering, ia harus membeli air setiap hari selama sepekan terakhir.
Maulana tidak menggunakan layanan PDAM karena khawatir distribusi air tidak lancar. Ia melihat kondisi tersebut terjadi di lingkungan sekitar, termasuk di RT 1, sementara ia tinggal di RT 2. “Di RT 1 saja tidak lancar. Saya tinggal di RT 2,” katanya.
Sebelumnya, sumur masih memiliki air meski kemarau telah berlangsung sekitar dua bulan. Namun, debitnya terus berkurang hingga kini hanya menyisakan lumpur dan endapan.
Editor : Arif Subekti