Kemarau Panjang, Petani Sawah Tadah Hujan di HSS Belum Bisa Tanam Padi

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB
KERING: Lahan sawah tadah hujan warga kering, sebagian warga beralih berkebun sayur di lahan sawah. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
KERING: Lahan sawah tadah hujan warga kering, sebagian warga beralih berkebun sayur di lahan sawah. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Dampak kemarau panjang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dirasakan para petani yang mengandalkan sawah tadah hujan di Desa Kalumpang, Kecamatan Kalumpang.

Salah seorang warga, Saman, mengatakan hingga kini belum ada petani yang kembali memulai penanaman padi. Kondisi lahan yang masih kering membuat proses tanam belum bisa dilakukan.

“Belum ada yang mulai menanam padi lagi. Karena hujan juga belum rutin. Baru sekali semalam turun hujan, itu pun sebentar saja. Jadi sawahnya masih kering. Beberapa orang beralih berkebun sayur di lahan sawah yang kering,” ujar Saman, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kemarau masih diselingi hujan. Saat itu, lahan masih memiliki cukup air sehingga petani tetap bisa memulai proses bercocok tanam padi.

“Sebelumnya saat kemarau biasa yang masih ada hujan, lahan masih berair, jadi petani masih bisa memulai proses tanam,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih memanfaatkan lahan sawah untuk menanam sayuran. Cara ini dinilai lebih memungkinkan dilakukan di tengah kondisi lahan yang masih kering dan belum mendapat pasokan air yang cukup.

Namun, untuk kembali menanam padi, petani masih menunggu hujan yang lebih rutin agar sawah kembali memiliki cukup air. Mereka belum bisa memastikan kapan musim tanam padi dapat dimulai.

Masyarakat berharap hujan kembali turun secara rutin sehingga lahan sawah bisa kembali terisi air dan petani dapat memulai aktivitas bercocok tanam seperti biasanya.

Editor : Sutrisno
petani kemarau HSS