RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mulai membangun ekosistem hilirisasi kopi Kalimantan Selatan melalui Grandis Cafe dan Teaching Factory Kopi. Fasilitas yang diresmikan Jumat (11/9) tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas kopi hingga petani.
Peresmian dihadiri Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU., serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc., bersama jajaran ULM.
Sejumlah mitra ULM dari unsur dinas, komunitas kopi dan petani kopi juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengatakan, keberadaan Grandis Cafe tidak hanya diarahkan sebagai unit usaha. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sendi perekonomian di lingkungan ULM sekaligus meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Nama Grandis sendiri diambil dari keberadaan pohon jati yang berada di sekitar lokasi. Letaknya yang berada di samping Klinik Pratama ULM juga diharapkan memberikan pilihan tempat bagi masyarakat yang sedang menunggu pelayanan untuk bersantai dan menikmati kopi.
Namun, fungsi utama pengembangan kawasan tersebut tidak berhenti pada kafe. ULM menyandingkan Grandis Cafe dengan Teaching Factory Kopi sebagai langkah mendorong hilirisasi komoditas kopi di Kalimantan Selatan.
Menurut Rektor, keberadaan Teaching Factory menjadi ruang untuk membangun kolaborasi antara ULM dengan petani penghasil kopi, pengelola hasil pertanian, dunia usaha dan komunitas kopi.
Kalimantan Selatan dinilai memiliki potensi komoditas kopi yang dapat terus dikembangkan, termasuk jenis Robusta dan Liberika. Melalui fasilitas tersebut, ULM ingin memberikan nilai tambah terhadap hasil produksi petani melalui proses pengolahan.
“Ini langkah awal inovasi ULM untuk mendorong percepatan industri pengolahan kopi ke depan,” ujar Rektor.
Ia menegaskan, ULM tidak hanya berperan dalam pengembangan teknologi, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi calon wirausaha muda. Pengembangan Teaching Factory diharapkan dapat membuka akses pembelajaran sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi dalam pengolahan hasil pertanian.
Ke depan, Badan Pengelola Usaha (BPU) ULM juga akan melengkapi pengembangan unit usaha dengan pusat pengolahan hasil pertanian. Kopi menjadi salah satu komoditas yang akan dikembangkan untuk memperkuat hilirisasi.
Rektor berharap langkah tersebut dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap komunitas kopi dan petani di Kalsel, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian.
Grandis Cafe dan Teaching Factory Kopi pun diposisikan sebagai salah satu brand usaha BPU ULM yang menggabungkan fungsi bisnis, pendidikan, inovasi dan kolaborasi.
Editor : Nurhidayat