Pemprov Kalsel Targetkan Peningkatan Kualitas LH

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:45 WIB
RENCANA KERJA: Kepala Bappeda Kalsel, Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti saat berbicara di Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2027 di Aula Bappeda Kalsel, Selasa (10/2).
RENCANA KERJA: Kepala Bappeda Kalsel, Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti saat berbicara di Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2027 di Aula Bappeda Kalsel, Selasa (10/2).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mempertegas komitmennya untuk mengubah paradigma perencanaan daerah.

Prinsip pembangunan berkelanjutan kini resmi diintegrasikan ke dalam seluruh proses perencanaan, mulai dari penetapan prioritas, penyusunan indikator kinerja, hingga sistem evaluasi pembangunan.

Langkah ini menjadi dasar pijakan utama dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kalsel Periode 2025–2029.

Pemprov Kalsel menegaskan bahwa tolok ukur kemajuan daerah tidak lagi berfokus pada angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga keseimbangan ekologi dan kesejahteraan sosial.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti, menegaskan bahwa perubahan tolok ukur ini sangat krusial bagi masa depan Banua. Pembangunan daerah dituntut untuk lebih adaptif terhadap tantangan ekologis dan sosial.

"Arah pembangunan Kalsel ke depan tidak lagi hanya dinilai dari seberapa besar angka pertumbuhan ekonominya, tetapi dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat ketahanan wilayah dari perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.

Suprapti menjelaskan, dalam kerangka perencanaan 2025–2029, pilar utama yang diprioritaskan meliputi peningkatan kualitas lingkungan hidup, penguatan ketahanan iklim, pemerataan ekonomi, transformasi ekonomi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Salah satu target terukur yang dirumuskan hingga 2029 adalah peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalsel hingga mencapai angka 73,30. Target ini dipatok beriringan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat dan merata.

Melalui arah kebijakan ini, evaluasi pembangunan yang dikawal Bappeda Kalsel ke depan bakal dilakukan secara komprehensif.

Keberhasilan pembangunan di Kalimantan Selatan tak lagi diukur sebatas deretan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), melainkan keberlanjutan daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang. 

 

Editor : Sutrisno
Kalsel Bappeda