RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,Barabai – Upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus berjalan. Pada 2026, sebanyak 1.000 rumah ditargetkan mendapat program bedah rumah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan
Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) HST Sa’dianoor mengatakan, target tersebut didukung bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta anggaran daerah.
Dari total sekitar 326 unit bantuan pemerintah pusat dan provinsi, sekitar 200 unit yang bersumber dari pemerintah pusat telah selesai dikerjakan.
“Bantuan dari pusat dan provinsi sekitar 326 unit. Dari jumlah itu, sekitar 200 unit bantuan dari pusat sudah kita selesaikan,” katanya, Kamis (10/9/2026).
Salah satu pelaksanaan bedah rumah berada di Desa Muara Hungi dengan sekitar 20 unit rumah. Pembangunan di lokasi tersebut menghadapi tantangan medan karena kendaraan pengangkut material tidak dapat menjangkau hingga ke lokasi rumah penerima bantuan.
Kondisi itu membuat masyarakat harus bergotong royong mengangkut material menggunakan sepeda motor.
“Di Muara Hungi medannya cukup berat. Material tidak bisa dibawa sampai ke lokasi dengan truk, sehingga masyarakat ikut bergotong royong mengangkut bahan menggunakan sepeda motor,” ujarnya.
Program bantuan tersebut bermula dari pengusulan calon penerima yang dilakukan pada akhir 2025. Data yang diusulkan kemudian diverifikasi sebelum penerima ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Kita mengusulkan terlebih dahulu, kemudian diverifikasi. Selanjutnya, pemerintah pusat yang menentukan penerimanya,” jelasnya.
Selain 200 unit yang telah selesai, masih terdapat sekitar 126 unit bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi yang diharapkan dapat direalisasikan.
Sementara itu, sebanyak 700 unit lainnya disiapkan melalui APBD HST. Dengan tambahan tersebut, total target bedah rumah tahun ini mencapai 1.000 unit.
“Dari pemerintah pusat dan provinsi sekitar 326 unit, kemudian 700 unit kita siapkan melalui APBD. Jadi, totalnya menjadi 1.000 rumah,” katanya.
Sa’dianoor optimistis target tersebut dapat direalisasikan hingga akhir 2026.
“Insyaallah, 700 itu bisa kita laksanakan, sehingga target 1.000 rumah tetap bisa kita capai,” ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan, satu unit rumah diperkirakan dapat diselesaikan sekitar satu bulan apabila ketersediaan material dan tenaga tukang berjalan lancar.
“Kalau tenaga tukang dan materialnya lancar, satu rumah bisa kita selesaikan sekitar satu bulan,” katanya.
Tak hanya menyentuh kebutuhan hunian, pengerjaan bedah rumah juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pembangunan melibatkan tenaga tukang sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui kebutuhan material bangunan.
“Harapannya para tukang tidak perlu pergi mencari pekerjaan ke tempat lain. Kemudian ekonomi juga ikut berputar,” ujarnya.
Target serupa juga disiapkan untuk 2027.
Sebanyak 1.000 unit rumah kembali direncanakan mendapat program bedah rumah melalui anggaran daerah, dengan harapan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi turut bertambah.
“Untuk 2027, kita kembali menargetkan 1.000 unit rumah melalui anggaran APBD,” ungkapnya.
Program peningkatan kualitas rumah tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di HST.
Sebelumnya, Bupati HST Samsul Rizal menerima penghargaan Terbaik III Tingkat Kabupaten dalam Program 3 Juta Rumah pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan.
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri tersebut diberikan atas komitmen daerah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah dan mendorong tersedianya hunian layak bagi masyarakat.
Editor : Arif Subekti