RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Keuangan daerah Kabupaten Balangan tengah menghadapi tekanan berat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merosot tajam hingga lebih dari 50 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir akibat berkurangnya kucuran dana dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan, tren pendapatan daerah terjun bebas. Pada tahun 2024, pendapatan masih berada di angka Rp4,19 triliun. Namun, pada tahun 2026 ini angkanya menyusut drastis hingga tersisa Rp1,99 triliun.
Penyebab utamanya adalah anjloknya jatah transfer dari pusat yang turun dari Rp2,77 triliun pada 2025, menjadi hanya Rp1,60 triliun pada 2026.
Beban kas daerah semakin berat lantaran Dana Bagi Hasil (DBH) Balangan tahun 2023 sekitar Rp700 miliar belum juga dibayarkan oleh Kementerian Keuangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKPAD Kabupaten Balangan, Kamrani, menegaskan bahwa situasi ini mengharuskan pemerintah daerah mengambil langkah penghematan agar kas tetap aman hingga akhir tahun.
"Ketika kebijakan fiskal dan kemampuan transfer dari pemerintah pusat berubah, APBD daerah juga harus beradaptasi," ungkap Kamrani, Rabu (9/9).
Ia menjelaskan bahwa penghematan ini bukan sekadar memotong anggaran, tetapi memastikan prioritas belanja daerah.
"Prinsipnya bukan sekadar penyesuaian anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah yang tersedia digunakan untuk program yang paling prioritas, efektif, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," tambahnya.
Efisiensi besar-besaran kini diberlakukan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penghematan ini difokuskan pada belanja barang dan jasa yang tidak terlalu mendesak.
Selain itu, variabel Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN juga ikut disesuaikan agar batas maksimal porsi belanja pegawai tetap mematuhi aturan, yakni tidak lebih dari 30 persen total APBD.
"Penyesuaian dilakukan agar kemampuan belanja sesuai dengan kemampuan pendanaan, sehingga kondisi fiskal tetap sehat dan risiko kekurangan kas maupun gagal bayar dapat dihindari," pungkasnya.