Tanah Longsor, Tiga Rumah Warga Tambak Sari Panji Tak Lagi Layak Huni

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:12 WIB
MENINJAU: Bupati HSU H. Sahrujani meninjau langsung kondisi rumah warga yang terdampak tanah longsor di Desa Tambak Sari Panji, Kecamatan Haur Gading. (Foto: Istimewa)
MENINJAU: Bupati HSU H. Sahrujani meninjau langsung kondisi rumah warga yang terdampak tanah longsor di Desa Tambak Sari Panji, Kecamatan Haur Gading. (Foto: Istimewa)

AMUNTAI - Tanah longsor yang merusak tiga rumah warga di Desa Tambak Sari Panji, Kecamatan Haur Gading, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Bupati HSU H. Sahrujani turun langsung meninjau kondisi lokasi terdampak, Selasa (8/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Longsor terjadi Kamis (27/8/2026). Pergerakan tanah menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Berdasarkan hasil asesmen, dua rumah mengalami kerusakan hingga 50 persen.

 
Struktur bangunan pada kedua rumah tersebut mengalami amblas sehingga dinilai membahayakan dan tidak lagi layak dihuni.
Sementara itu, satu rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 20 persen dan masuk kategori ringan hingga sedang.

Didampingi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, Sahrujani mengecek kondisi bangunan serta lingkungan sekitar yang terdampak. Pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari kepada warga yang terdampak.

“Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak dari pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HSU H Syamrani menyampaikan, kondisi tanah di sekitar lokasi menjadi perhatian karena masih terdapat potensi pergerakan.

"Kami minta warga di kawasan terdampak diminta tetap waspada, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya pada media ini Rabu (9/9/2026) 

Pihaknya lanjut Syamrani, bersama pemerintah kecamatan juga terus memantau kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.

"Langkah mitigasi lanjutan disiapkan untuk memastikan keselamatan warga," terangnya. 

Di sela peninjauan, Sahrujani juga menyempatkan diri menyambangi pengrajin tikar purun di sekitar lokasi. Aktivitas warga tersebut menjadi gambaran bahwa kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.

Sahrujani mengapresiasi ketangguhan warga Tambak Sari Panji sekaligus mendorong agar potensi ekonomi lokal tetap dikembangkan.

Keberadaan pengrajin purun dinilai menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat yang perlu mendapat dukungan.

Editor : Arif Subekti
rumah HSU longsor Tinjau bupati