Kalsel Dorong Hilirisasi Industri Teknologi, KEK Setangga Siap Pasok Bahan Baku Baterai Listrik

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:05 WIB
EKSPOSE: Kepala Bappeda Kalsel, Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti saat menghadiri Ekspose Antara dan Focus Group Discussion (FGD) Kajian KEK Mekar Putih, Senin (11/5) lalu.(MC KALSEL)  
EKSPOSE: Kepala Bappeda Kalsel, Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti saat menghadiri Ekspose Antara dan Focus Group Discussion (FGD) Kajian KEK Mekar Putih, Senin (11/5) lalu.(MC KALSEL)  

BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mempercepat transformasi struktur ekonomi daerah dari ketergantungan bahan mentah menuju industri pengolahan bernilai tambah tinggi. 

Pengembangan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Setangga dan KEK Mekar Putih, diproyeksikan menjadi motor utama pendorong investasi dan penyedia lapangan kerja baru. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti, mengungkapkan bahwa target sektor industri pengolahan nonmigas telah dipetakan secara terukur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas Kalsel ditargetkan naik dari baseline Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,90 triliun pada 2029, dan menembus Rp 2 triliun pada 2030.  

Sejalan dengan itu, target nilai ekspor industri pengolahan nonmigas diproyeksikan melonjak dari US$ 11,659 miliar menjadi US$ 14,560 miliar pada 2030. "Penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas juga diproyeksikan meningkat dari 203.888 orang menjadi 253.000 orang pada 2030," kata Suprapti. 

Secara khusus, proyeksi investasi skala besar terkonsentrasi di KEK Mekar Putih dengan total nilai mencapai Rp 41,92 triliun. Dalam lima tahun pertama operasionalnya, kawasan tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 168.802 tenaga kerja, baik di sektor konstruksi maupun industri pendukung. 

Saat ini, KEK Setangga yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu sudah menunjukkan wujud nyata pergerakan hilirisasi.  

Sektor pengolahan kelapa sawit seperti pabrik refinery, biodiesel, dan industri fraksinasi telah beroperasi untuk memperkuat rantai pasok minyak sawit olahan nasional. 

Tak hanya sektor perkebunan, KEK Setangga juga bergerak ke rantai nilai teknologi tinggi melalui pengolahan nikel dan pembangunan smelter.  

Salah satunya dipelopori oleh PT Anugerah Barokah Cakrawala (ABC) yang mengarah pada produksi ternary precursor komponen utama bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle). 

Pengembangan operasional kawasan ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur energi, seperti Gardu Induk 150 kV Batulicin Baru, serta jaringan logistik berupa dermaga (jetty) khusus dan storage tank. 

Di sisi lain, KEK Mekar Putih disiapkan menyokong produk hilir bernilai tinggi lainnya, seperti polysilicon, syngas, semi-coke, hingga karbon aktif. Kehadiran industri polysilicon secara khusus ditargetkan menekan ketergantungan impor silikon murni nasional sekaligus memperkuat pasokan industri semikonduktor dan panel surya. 

Suprapti menegaskan, kunci keberhasilan KEK Kalsel menembus rantai pasok global terletak pada integrasi antarkawasan. "KEK Mekar Putih dan KEK Setangga saling terhubung. Pasokan CPO dari Mekar Putih, misalnya, dirancang langsung mengisi kebutuhan bahan baku industri biodiesel di Setangga. Ini membentuk rantai nilai inter-kawasan yang solid," pungkasnya. 

‎ 

 

 
Editor : Sutrisno
Bappeda Kalsel KEK Kalsel