Hujan OMC Guyur Kalsel, BMKG Ingatkan Karhutla Belum Reda

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:24 WIB

 

HOTSPOT: Sebaran 34 titik panas di Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan satelit cuaca hingga Selasa (8/9/2026) sore. (Foto: BMKG Kalsel)
HOTSPOT: Sebaran 34 titik panas di Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan satelit cuaca hingga Selasa (8/9/2026) sore. (Foto: BMKG Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Hujan akhirnya mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) di tengah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Selasa (8/9/2026) siang. Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum reda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi 34 titik panas atau hotspot di Kalsel pada hari yang sama. Dari jumlah tersebut, 32 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang dan dua titik berkategori kepercayaan tinggi.

Data tersebut merupakan hasil pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 pada 8 September 2026 pukul 00.00 hingga 15.00 WIB.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah kawasan di Banjarbaru. Di Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, air hujan bahkan menggenangi ruas Jalan A Yani arah Pelaihari.

Hujan juga dilaporkan turun di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, serta sejumlah wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Di Batulicin, hujan turun setelah kawasan tersebut menjadi salah satu sasaran OMC untuk membantu penanganan karhutla. Sedangkan di Bati-Bati, hujan kembali turun setelah wilayah tersebut berbulan-bulan mengalami kondisi kering.

Kendati demikian, hujan yang mulai mengguyur sejumlah daerah belum berarti ancaman karhutla berakhir. Terlebih, hujan belum turun merata di seluruh wilayah Kalsel.

BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin masih mengingatkan masyarakat terhadap potensi kemudahan terjadinya karhutla dalam sepekan ke depan.

Peringatan itu disampaikan dalam prospek cuaca Kalsel periode 9–15 September 2026 yang diperbarui Selasa (8/9/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Liesda Dwi Kartika mengatakan, secara umum cuaca Kalsel diprakirakan cerah hingga hujan ringan.

Suhu udara diperkirakan berkisar 21–36 derajat Celsius dengan kelembapan 40–95 persen.

“Waspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara pada saat terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Liesda.

Peringatan itu menjadi penting karena hujan belum diprakirakan turun merata dalam beberapa hari ke depan.

Di wilayah Kalsel bagian barat yang meliputi Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru, cuaca pada 9–11 September diprakirakan cerah hingga berawan.

“Potensi hujan ringan baru muncul pada 12–15 September,” jelas Liesda.

Tanah Laut juga diprakirakan cerah hingga berawan pada 9–11 September sebelum berpotensi diguyur hujan ringan pada 12–15 September.

Sementara Kotabaru dan Tanah Bumbu berpotensi mengalami hujan ringan terutama pada 12–15 September. Wilayah utara Kalsel seperti Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara diprakirakan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan.

Kondisi tersebut membuat hujan yang mulai turun belum serta-merta menghilangkan risiko karhutla.

Karena itu, Liesda mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan. Pembukaan lahan dengan cara dibakar juga harus dihindari.

Masyarakat turut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap apabila karhutla kembali terjadi. Penggunaan masker dianjurkan ketika beraktivitas di luar ruangan, sedangkan pengendara diminta berhati-hati apabila asap menyebabkan jarak pandang menurun.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi terkini.

Warga Lama Menanti Hujan

Meski belum merata, hujan yang turun menjadi kabar yang telah lama dinanti warga setelah kemarau melanda.

Ketua RT 2/I Landasan Ulin Selatan Hendra mengaku bersyukur. Selama kemarau, sumur di rumahnya mengering sehingga kebutuhan air sehari-hari hanya mengandalkan air leding.

“Sangat senang, bersyukur benar. Kita setiap kali berdoa, ada niat di hati itu minta hujan. Kebetulan hari ini dikabulkan, jadi bersyukur benar,” ujarnya.

Hujan juga membawa harapan lain. Warga berharap guyuran air dapat membantu mengatasi karhutla yang selama ini menimbulkan kabut asap di kawasan tersebut.

“Selama ini kalau pagi itu kabut karena asap-asap kebakaran hutan. Mudah-mudahan padam dengan hujan,” katanya.

Menurut Hendra, hujan turun cukup deras disertai angin. Sebelum hujan mengguyur kawasan tersebut, warga masih melihat adanya titik api karhutla yang disebut telah muncul sejak malam sebelumnya.

“Memang ada titik api sebelum terjadinya hujan, dari tadi malam,” ungkapnya.

Hendra yang juga Ketua Pengayuan Rescue belum dapat memastikan kondisi titik api setelah hujan reda. Namun, berdasarkan pantauannya, kobaran api mulai tidak terlihat dan kabut asap berangsur menghilang.

“Sudah mulai hilang apinya. Alhamdulillah dengan adanya hujan ini, satu sisi titik api sudah tidak ada dan kabut asap juga mulai hilang,” katanya.

Hujan yang mulai turun memberi kelegaan bagi warga dan membantu membasahi kawasan yang sebelumnya kering. Namun, keberadaan 34 hotspot serta prakiraan cuaca sepekan ke depan membuat kewaspadaan terhadap karhutla di Kalsel masih perlu dijaga. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
hotspot Kalimantan Selatan hujan OMC Kalsel karhutla kalimantan selatan Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Kalimantan Selatan