RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan memadati kawasan Laladang Musafir, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Senin (7/9) malam.
Mereka datang untuk mengikuti Haul ke-23 Syekh H. Muhammad Dachlan bin Achmad Dachlan atau yang akrab disapa Guru Cantung.
Haul ulama yang dikenal sebagai salah satu tokoh agama panutan di wilayah Kotabaru itu berlangsung khidmat.
Para habaib, alim ulama, tokoh agama hingga masyarakat dari berbagai daerah turut hadir untuk mengikuti rangkaian doa dan mengenang sosok Guru Cantung.
Kehadiran ribuan jemaah membuat kawasan Laladang Musafir dipenuhi masyarakat sejak sebelum rangkaian acara dimulai. Sebagian jamaah bahkan datang dari luar Kecamatan Kelumpang Hulu dan menempuh perjalanan cukup jauh untuk menghadiri majelis haul.
Dua puluh tiga tahun telah berlalu sejak Syekh H Muhammad Dachlan bin Achmad Dachlan wafat. Namun, nama Guru Cantung hingga kini masih melekat dalam ingatan masyarakat.
Sosoknya dikenang sebagai ulama yang meninggalkan jejak keilmuan dan keteladanan bagi masyarakat.
Peringatan haul setiap tahun menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan hidup, perjuangan serta ajaran keagamaan yang pernah disampaikan Guru Cantung semasa hidupnya.
Bagi jemaah yang hadir, haul bukan sekadar berkumpul untuk mengenang seorang ulama yang telah berpulang.
Lebih dari itu, majelis tersebut menjadi kesempatan untuk melanjutkan tradisi mendoakan para ulama, mengambil hikmah dari kehidupan mereka dan menjaga hubungan silaturahmi antar masyarakat.
Antusiasme jemaah yang terus terjaga hingga haul ke-23 menjadi gambaran bahwa keteladanan Guru Cantung masih mendapatkan tempat di tengah masyarakat.
Semangat masyarakat dalam menyambut jemaah juga terlihat sepanjang perjalanan menuju lokasi haul.
Sejumlah relawan dan masyarakat secara swadaya menyediakan rest area di beberapa titik jalan menuju Laladang Musafir.
Jemaah yang datang dipersilakan beristirahat. Makanan dan minuman juga disediakan secara gratis.
Pemandangan ini menjadi bagian dari suasana haul yang tidak kalah menarik. Masyarakat tidak hanya menghadiri acara sebagai jamaah, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menyambut tamu yang datang dari berbagai daerah.
Semangat gotong royong tersebut membuat perjalanan jemaah menuju lokasi terasa lebih nyaman sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Rangkaian Haul ke-23 Guru Cantung diawali dengan salat Magrib berjemaah.
Setelah itu, jemaah mengikuti pembacaan Maulid Habsyi yang dibawakan Imam Musala Raudhah Sekumpul, Guru Sa’dudin, kemudian dilanjutkan dengan zikir dan nasyid serta doa bersama.
Ribuan jemaah mengikuti setiap rangkaian dengan penuh kekhusyukan. Suasana semakin terasa khidmat ketika doa bersama dipanjatkan untuk Guru Cantung dan para ulama terdahulu. Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Isya berjemaah.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru turut hadir dalam peringatan haul tersebut. Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menghadiri langsung rangkaian Haul ke-23 Guru Cantung.
Dalam sambutannya, Syairi mengatakan peringatan haul tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan untuk mengenang wafatnya seorang ulama.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meneladani akhlak, ilmu dan perjuangan Guru Cantung semasa hidup.
“Melalui momentum haul ini, mari kita jadikan keteladanan Guru Cantung sebagai pedoman dalam mempererat tali silaturahmi, menjaga persatuan, serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kabupaten Kotabaru,” ujar Syairi.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan yang diwariskan para ulama dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Editor : Sutrisno