RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memacu transformasi ekonomi daerah melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih.
Kawasan berbasis hilirisasi di Kotabaru ini diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Banua dengan potensi investasi pelaku usaha mencapai Rp41,92 triliun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, mengungkapkan bahwa dari total potensi tersebut, komitmen modal masuk pada lima tahun pertama diperkirakan mencapai Rp38,60 triliun.
Sektor hilirisasi smelter nikel dan baterai menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp22,55 triliun. Sementara itu, industri syngas mencatatkan estimasi Rp12,66 triliun, pengolahan pasir silika Rp3,18 triliun, pendukung logistik Rp2,25 triliun, semi-coke Rp1,13 triliun, agroindustri CPO Rp141,09 miliar, serta karbon aktif Rp15,88 miliar.
Tri Astuti menegaskan, besarnya nilai investasi tersebut akan berbanding lurus dengan pembukaan lapangan kerja baru di Kalsel. Pada lima tahun pertama operasi, KEK Mekar Putih diperkirakan menyerap 168.802 tenaga kerja, yang terdiri dari 78.106 pekerja konstruksi, 25.050 pekerja operasional, dan 90.696 tenaga kerja tidak langsung.
"Dalam rentang periode operasi jangka panjang 2025–2054, akumulasi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan diproyeksikan menembus 199.387 orang," papar Tri Astuti.
Dari segi dampak ekonomi regional, keberadaan KEK Mekar Putih diproyeksi memberikan sumbangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel sebesar Rp36,14 triliun pada lima tahun pertama, serta kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp45,76 triliun.
Untuk periode 2025–2054, total kontribusi PDRB Kalsel diproyeksikan menyentuh angka Rp267,65 triliun dengan kemampuan menekan impor melalui substitusi impor senilai USD 1,86 miliar.
Menurut Tri Astuti, kunci agar investasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata adalah melalui hilirisasi dan keterkaitan antar kawasan. KEK Mekar Putih difokuskan pada produk energi dan kimia modern bernilai tinggi seperti baterai EV, syngas, hingga pasir silika.
Kawasan ini akan terintegrasi dengan KEK Setangga yang mencakup ekosistem UMKM, pergudangan, industri kemasan, terminal, hingga research and development.
Sinergi kedua KEK ini diharapkan menciptakan rantai ekonomi lokal yang hidup, mulai dari penyerapan tenaga kerja, sektor jasa transportasi, pasokan bahan baku, hingga menggerakkan roda perdagangan masyarakat sekitar.
Estimasi Investasi di KEK Mekar Putih
-Hilirisasi smelter nikel dan baterai = Rp22,55 triliun
-Industri syngas = Rp12,66 triliun
-Pengolahan pasir silika = Rp3,18 triliun
-Pendukung logistik = Rp2,25 triliun
-Semi-coke = Rp1,13 triliun
-Agroindustri CPO Rp141,09 miliar
-Karbon aktif = Rp15,88 miliar