RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengandalkan cairan surfaktan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di lahan gambut.
Cairan surfaktan merupakan zat kimia yang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan pada cairan sehingga lebih mudah menyebar dan membasahi suatu permukaan.
Selain diaplikasikan di sejumlah lokasi rawan karhutla di Kalsel, cairan pemadam inovatif tersebut juga dikirim ke Kalimantan Tengah untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di provinsi tetangga itu.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, penggunaan cairan surfaktan dinilai lebih efektif dan efisien dalam pemadaman api di lahan gambut, baik dari sisi waktu maupun penggunaan air.
Untuk memperluas penerapan inovasi tersebut, para Kapolres jajaran Polda Kalsel turut dihadirkan ke lapangan. Mereka melihat langsung proses demonstrasi sekaligus efektivitas penggunaan cairan surfaktan dalam penanganan karhutla.
Meski demikian, Polda Kalsel masih menghadapi sejumlah kendala untuk meningkatkan kapasitas produksi. Salah satunya adalah keterbatasan bahan baku dan peralatan produksi.
"Kendala utama kami yang pertama adalah bahan baku yang tidak dijual di Kalimantan Selatan, sehingga harus didatangkan dari luar daerah, khususnya Surabaya. Kedua, pembuatannya masih manual karena belum memiliki alat khusus untuk produksi massal," ujar Rosyanto.
Dengan melibatkan sekitar 30 personel, Polda Kalsel saat ini mampu memproduksi sekitar 3.000 liter cairan surfaktan dalam waktu tiga hari.
Meski kapasitas produksi masih terbatas, pemesanan bahan baku dan proses pembuatan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penanganan karhutla. (she/al/ris)
Editor : Arief M