RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Jakarta – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali dipercaya menjadi perguruan tinggi penyelenggara program beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) tahun 2026.
Kepercayaan tersebut diberikan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui kerja sama dengan Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian ULM. Penandatanganan perjanjian kerja sama berlangsung di Jakarta, Selasa (1/9).
Tahun 2026 menjadi tahun kedua bagi Prodi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian ULM dalam mengemban amanah sebagai mitra penyelenggara beasiswa SDM PKS.
Pada tahun ini, ULM mengelola pendanaan beasiswa sebesar Rp14.586.999.000 yang dialokasikan untuk 60 mahasiswa terpilih yang akan menempuh pendidikan di bidang kelapa sawit.
Dekan Fakultas Pertanian ULM, Prof. Ir. Akhmad Rizalli Saidy, S.P., M.Ag.Sc., Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kembali dipercayanya ULM sebagai mitra penyelenggara program tersebut.
Menurutnya, kepercayaan pada tahun kedua menunjukkan bahwa Fakultas Pertanian ULM dinilai memiliki komitmen dalam mencetak sumber daya manusia perkebunan yang kompeten.
“Kepercayaan di tahun kedua ini membuktikan bahwa Fakultas Pertanian ULM dinilai sukses dan memiliki komitmen tinggi dalam mencetak kader perkebunan yang kompeten,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan BPDP menjadi bagian dari kontribusi ULM dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi berkualitas sekaligus menyiapkan SDM unggul yang mampu memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Program beasiswa SDM PKS 2026 merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi BPDP untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit.
Tahun ini, sebanyak 42 lembaga penyelenggara pendidikan tinggi di seluruh Indonesia digandeng untuk mendukung program tersebut. ULM menjadi salah satu perguruan tinggi yang berperan dalam penyelenggaraan program di Kalimantan Selatan.
Ketua Jurusan Agroekoteknologi ULM, Dr. Untung Santoso, S.Si., M.S., memastikan kesiapan akademik dan fasilitas penunjang untuk menyambut 60 mahasiswa penerima beasiswa.
“Secara kurikulum, materi pembelajaran hingga fasilitas praktikum lapangan, Jurusan Agroekoteknologi ULM telah siap 100 persen,” katanya.
Ia menjelaskan, ekosistem pembelajaran dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan.
“Kami ingin memastikan mereka lulus sebagai profesional kelapa sawit yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan teknologi masa depan,” tegasnya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri kelapa sawit nasional terhadap tenaga ahli muda yang inovatif, memiliki wawasan keberlanjutan, serta berintegritas.
Melalui program ini, ULM turut berkontribusi dalam menyiapkan SDM perkebunan yang mampu mendukung keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.
Editor : Nurhidayat