PAMA Safe School Edukasi Kesehatan Terkait Dampak Karhutla

Nurhidayat • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:59 WIB
MOMEN: Perwakilan PT PAMA BBSO, Dinkes Banjarbaru, Puskesmas Banjarbaru Selatan, dan SMKN 2 Banjarbaru berfoto bersama usai kegiatan edukasi kesehatan.
MOMEN: Perwakilan PT PAMA BBSO, Dinkes Banjarbaru, Puskesmas Banjarbaru Selatan, dan SMKN 2 Banjarbaru berfoto bersama usai kegiatan edukasi kesehatan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Program PAMA Safe School kembali memberikan edukasi kepada pelajar melalui kegiatan penyuluhan kesehatan terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aula SMKN 2 Banjarbaru, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik BBSO, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Puskesmas Banjarbaru Selatan, dan SMKN 2 Banjarbaru.

Puluhan siswa mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang bahaya kabut asap, pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta pentingnya menjaga kesehatan selama musim karhutla.

Kepala Puskesmas Banjarbaru Selatan, dr. Hernita Indriani, menyampaikan apresiasi kepada PT PAMA dan SMKN 2 Banjarbaru atas kepedulian terhadap dampak kesehatan akibat karhutla.

“Melalui edukasi ini, siswa dapat mengenali Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), mengetahui cara memantau kualitas udara, memahami pencegahan ISPA, serta langkah yang harus dilakukan apabila mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Puskesmas Banjarbaru Selatan merupakan wilayah pembina SMKN 2 Banjarbaru dan telah menyiapkan fasilitas rumah oksigen bagi masyarakat.

“Kami memiliki rumah oksigen di puskesmas dan puskesmas pembantu yang lokasinya hanya sekitar 200 meter dari SMKN 2 Banjarbaru. Jika ada siswa yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya, dapat segera mendapatkan pertolongan pertama pada jam kerja,” tambahnya.

ANTUSIAS: Siswa SMKN 2 Banjarbaru antusias mengikuti edukasi kesehatan serta menerima flyer berisi informasi pencegahan dampak karhutla dan ISPA.
ANTUSIAS: Siswa SMKN 2 Banjarbaru antusias mengikuti edukasi kesehatan serta menerima flyer berisi informasi pencegahan dampak karhutla dan ISPA.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Banjarbaru, Rizky Norwiyadi, S.Pd., mengatakan Program PAMA Safe School telah berjalan selama dua tahun dan memberikan banyak manfaat bagi siswa.

“Program ini mengajarkan penerapan K3LH di lingkungan sekolah hingga nantinya saat siswa memasuki dunia kerja. Selain itu, juga menanamkan pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan, dan pengelolaan sampah,” katanya.

Rizky berharap edukasi kesehatan terkait dampak karhutla dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Indah Trisnaniyanti, mengungkapkan bahwa edukasi kesehatan kepada pelajar sangat penting untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak dini.

“Kesehatan merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Selain menjaga pola makan bergizi seimbang dan aktif berolahraga, kesehatan mental juga harus dijaga serta menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” jelasnya.

Terkait dampak karhutla, Indah menyebutkan bahwa jumlah kasus ISPA di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan saat ini mencapai 133 kasus. Meski belum tergolong tinggi dibanding wilayah lain yang lebih terdampak asap, masyarakat tetap diminta waspada.

“Kami mengimbau agar masyarakat, termasuk para siswa, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kabut asap, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan karena dapat memperparah kondisi karhutla. Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga telah menyiapkan rumah oksigen di beberapa titik sebagai layanan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

HGSC Section Head PT PAMA BBSO, Prihadi Suseno, mengatakan edukasi kepada generasi muda merupakan salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan karhutla.

SAMBUTAN: HGSC Section Head PT PAMA BBSO Prihadi Suseno menyampaikan sambutan dalam kegiatan edukasi kesehatan terkait dampak karhutla.
SAMBUTAN: HGSC Section Head PT PAMA BBSO Prihadi Suseno menyampaikan sambutan dalam kegiatan edukasi kesehatan terkait dampak karhutla.

“Yang paling penting adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak membakar sampah maupun lahan. Selain itu, mereka juga perlu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kabut asap dan bagaimana menjaga kesehatan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, PT PAMA BBSO juga telah membagikan sekitar 11.500 masker kepada masyarakat untuk membantu mengurangi dampak kabut asap dan mencegah meningkatnya kasus ISPA.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan perusahaan, Program PAMA Safe School diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda dalam mencegah karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan.

Editor : Nurhidayat
safe school karhutla banjarbaru kesehatan PAMA