Hampir Dua Bulan Kering, Akhirnya Hujan Disertai Guntur Guyur HSU

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:29 WIB
BASAH: Hujan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten HSU, Senin (7/9/2026) siang, setelah hampir dua bulan dilanda kemarau. (Foto: M Akbar) 
BASAH: Hujan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten HSU, Senin (7/9/2026) siang, setelah hampir dua bulan dilanda kemarau. (Foto: M Akbar) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Langit Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akhirnya menurunkan hujan disertai guntur.

Setelah hampir dua bulan warga menanti, sejumlah wilayah di Bumi Agung mulai diguyur hujan pada Senin (7/9/2026) siang.

Hujan turun di sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Bypass Amuntai Utara, Kecamatan Banjang, Sungai Malang, serta Kecamatan Amuntai Tengah dan Haur Gading.

Hujan mulai turun sekitar pukul 14.10 Wita. Hingga pukul 15.36 Wita, hujan masih mengguyur sejumlah wilayah HSU dengan intensitas sedang hingga cukup deras.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Masih Berdampak, 22 Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Dibatalkan

Turunnya hujan disambut antusias masyarakat. Warga ramai mengucapkan syukur setelah sebelumnya harus menghadapi kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Alhamdulillah, setelah dua bulan tidak ada hujan, akhirnya turun hujan. Alhamdulillah,” ujar Rahmat kepada media ini, Senin (7/9/2026).

Selain menjadi penyejuk setelah kemarau panjang, hujan tersebut diharapkan membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah HSU.

Pada awal hujan turun, air hujan terlihat agak keruh dan kehitaman. Namun, setelah beberapa saat, air kembali tampak lebih jernih. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan partikel asap atau karbon hasil pembakaran yang masih berada di udara.

Baca Juga: Setelah Berbulan-bulan Kemarau ! Kota Barabai Akhirnya Diguyur Hujan Deras Disertai Angin dan Petir

Dampak dari Modifikasi Cuaca

Kepala Pelaksana BPBD HSU H. Syamrani melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan H. Parnami Azmin mengatakan, hujan yang turun merupakan dampak dari operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pihaknya sebelumnya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pelaksanaan OMC tersebut.

“Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, hujan ini merupakan hasil tabur garam di atas wilayah Hulu Sungai Utara, baik di wilayah hulu maupun di kawasan HSU,” katanya.

Menurut Parnami, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi syarat. Kondisi tersebut baru tersedia pada Senin pagi sehingga OMC dapat dilakukan.

Baca Juga: Alhamdulillah! Balangan Diguyur Hujan Deras di Tengah Kemarau Panjang

“Alhamdulillah, pagi tadi ada awan sehingga dilakukan OMC. Pada Agustus lalu memang cukup sulit dilakukan karena bibit awan sebagai salah satu syarat tidak ada,” jelasnya.

Ia berharap hujan yang turun dapat membantu menekan kabut asap yang masih terjadi akibat karhutla.

“Semoga turunnya hujan ini sedikit mengurangi tebalnya kabut asap. Hujan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar dan doa yang dipanjatkan masyarakat HSU,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
hujan HSU Amuntai