Pelaksanaan PJJ di Banjarmasin, Guru Tetap ke Sekolah

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 09:48 WIB
Salah seorang siswa di Banjarmasin mengerjakan tugas sekolah dari rumah, di hari pertama PJJ di Kota Banjarmasin akibat kabut asap, Senin (7/9). (Foto: Muhammad Oscar Fraby/Radar Banjarmasin)
Salah seorang siswa di Banjarmasin mengerjakan tugas sekolah dari rumah, di hari pertama PJJ di Kota Banjarmasin akibat kabut asap, Senin (7/9). (Foto: Muhammad Oscar Fraby/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Hari pertama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SDN Pengambangan 5 berlangsung dengan pola berbeda. Siswa belajar dari rumah, sementara para guru tetap datang dan bekerja dari sekolah seperti hari biasa.

Kebijakan ini diterapkan menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Banjarmasin. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin memberlakukan PJJ bagi sekolah di bawah kewenangannya sebagai langkah mengurangi risiko siswa terpapar asap.

"Meski siswa tidak datang ke sekolah, pembelajaran tetap mengikuti jadwal pelajaran yang berlaku. Guru-guru tetap memberikan tugas sesuai dengan jam pelajaran. Jadi pembelajaran tetap berjalan, hanya anak-anak mengerjakannya dari rumah,” ujar Kepala SDN Pengambangan 5, Wahyu Ekma Pranatalia Senin (7/9/2026) pagi.

Guru juga tetap memantau aktivitas siswa selama jam pelajaran. Untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 yang umumnya sudah memiliki telepon seluler, komunikasi dilakukan melalui WhatsApp maupun media pertemuan daring jika diperlukan.

“Ada wali kelas yang menggunakan Google Meet kalau memang diperlukan. Ada juga yang cukup menggunakan grup WhatsApp untuk memberikan penjelasan,” jelasnya.

Sementara bagi siswa kelas 1 hingga 3, pembelajaran lebih banyak dilakukan melalui WhatsApp. Namun, pihak sekolah memahami tidak semua orang tua memiliki telepon seluler yang mendukung aplikasi tersebut.

Karena itu, sekolah memberikan pilihan bagi orang tua yang terkendala perangkat bisa mengambil tugas langsung ke sekolah. Siswa juga bisa mendapatkan informasi tugas melalui teman atau orang tua siswa lainnya.

“Kalau orang tuanya tidak punya HP yang ada WhatsApp, kami berikan pilihan boleh mengambil tugas ke sekolah,” katanya.

Untuk pengumpulan tugas pun fleksibel. Tugas dapat dikirim melalui WhatsApp atau dikumpulkan ketika orang tua mengambil maupun mengembalikan tugas ke sekolah.

SDN Pengambangan 5 sendiri memiliki sebanyak 391 siswa. PJJ mulai diberlakukan 7 September dan sementara dilaksanakan selama tiga hari kedepan. Setelah itu, pelaksanaannya kembali ditinjau berdasarkan perkembangan kondisi dan arahan Disdik Banjarmasin.

Menariknya, kebijakan PJJ hanya berlaku bagi siswa. Para guru tetap masuk sekolah sekitar pukul 07.30 Wita, melakukan absensi, serta menjalankan aktivitas kedinasan seperti biasa.

“Guru tetap turun seperti biasa. Kami tetap ada di sekolah. Selain memberikan tugas dan memantau siswa, ada pekerjaan-pekerjaan lain yang juga harus diselesaikan,” pungkas Ayu.

Editor : M Oscar Fraby
karhutla SDN Kabut Asap Guru pjj