RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Kemarau berkepanjangan mulai mengancam pasokan air bersih di Kecamatan Bajuin. Debit Sungai Tabanio yang menjadi sumber air baku SPAM IKK Bajuin terus mengalami penurunan.
Jika kondisi tersebut berlanjut tanpa hujan yang cukup, operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Bajuin berpotensi terganggu hingga terhenti.
Direktur PT Air Minum Berkah Banua (AMBB) Eko Sugiharto mengatakan, penurunan debit Sungai Tabanio telah terjadi selama musim kemarau 2026. Kondisi itu mulai berdampak pada jumlah air baku yang bisa diambil dan diolah menjadi air bersih.
"Pada akhir bulan Juli 2026, PT AMBB menyampaikan apabila kemarau berlanjut sampai sekitar akhir September tanpa hujan yang berarti, terdapat risiko operasional SPAM IKK Bajuin harus dihentikan karena debit Sungai Tabanio terus menurun," katanya, Minggu (6/9/2026).
Menurut Eko, menyusutnya debit Sungai Tabanio terjadi akibat berkurangnya ketersediaan air di daerah tangkapan sungai. Tinggi muka air pun terus mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sungai Tabanio menjadi sumber air baku bagi intake SPAM IKK Bajuin.
SPAM IKK Bajuin sendiri memiliki kapasitas produksi sekitar 40 liter air per detik. Namun, kapasitas produksi tersebut tidak dapat dipertahankan sepenuhnya apabila debit sungai terus menyusut.
"Ketika debit sungai turun, tidak seluruh kapasitas tersebut dapat dipertahankan karena kemampuan pengambilan air baku dari sungai ikut berkurang. Dengan demikian, semakin panjang musim kemarau, semakin besar risiko penurunan produksi," jelasnya.
Tak hanya mempengaruhi jumlah air baku, kemarau juga berdampak pada kualitas air Sungai Tabanio. Tingkat kekeruhan air meningkat sehingga proses pengolahan membutuhkan penanganan lebih besar.
Eko menyebut, pada akhir Juli 2026 tingkat kekeruhan air Sungai Tabanio mencapai sekitar 1.000 NTU. Sementara embung di sekitar lokasi memiliki tingkat kekeruhan berkisar antara 300 hingga 500 NTU.
"Ini berarti beban pengolahan air baku juga meningkat," ungkapnya.
Editor : Arif Subekti